Salah, Andalan Timnas Mesir, Incar Pencapaian Besar di Piala Dunia yang Diduga Menjadi Penampilan Terakhirnya
Mesir, yang merupakan kekuatan sepak bola Afrika dengan rekor tujuh gelar juara benua, selalu kesulitan untuk bersinar di panggung dunia dalam tiga partisipasi Piala Dunia sebelumnya.
Salah seharusnya datang ke Piala Dunia 2018 dalam performa terbaiknya. Baru saja mencetak 44 gol di musim debutnya bersama Liverpool yang mengubahnya dari talenta menjanjikan menjadi fenomena global, ia mengalami cedera bahu parah di final Liga Champions setelah tekel kontroversial bek Real Madrid, Sergio Ramos.
Salah yang masih dalam kondisi kurang fit tetap berangkat ke Rusia dan mencetak dua gol dalam dua penampilannya, namun tidak mampu menghindarkan timnya dari kegagalan di fase grup setelah kalah dari tuan rumah, Uruguay, dan Arab Saudi.Kini di usia 33 tahun, ia menghadapi Piala Dunia di ujung lain kariernya bersama Liverpool. Salah menangis beberapa kali saat masa baktinya selama sembilan tahun di Anfield berakhir pada hari Minggu, setelah mengoleksi 257 gol, dua gelar Liga Premier, dan kejayaan Liga Champions. "Kami mengembalikan klub ini ke tempat yang semestinya," ujarnya dalam pesan perpisahan di Merseyside.
Prestasinya di Liga Premier membuat pengaruhnya melampaui lapangan hijau. Salah masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh versi majalah Time pada 2019, digambarkan sebagai "tokoh ikonik bagi warga Mesir, penduduk Liverpool, dan Muslim di seluruh dunia". Ia memanfaatkan profil tersebut untuk menyerukan kesetaraan gender yang lebih besar di dunia Arab dan meminta agar bantuan kemanusiaan diizinkan masuk ke Gaza setelah serangan udara Israel pada Oktober 2023.
'Terbaik di dunia'
Kini, negaranya mengharapkan Salah mampu memberikan momen di panggung internasional yang belum ada dalam karier gemilangnya. Dua kali ia berada di pihak yang kalah di final Piala Afrika (AFCON), yaitu pada 2017 dan 2021.
"Menurut saya, Salah adalah pemain terbaik di dunia," kata penyerang Mesir Mahmoud Hassan yang lebih dikenal sebagai Trezeguet kepada AFP. "Kehadirannya sangat penting bagi kami. Tidak hanya sebagai bintang, tetapi juga sebagai pemimpin yang memberi kami kepercayaan diri dan kekuatan."Bersama-sama, Salah dan mantan penyerang Aston Villa, Trezeguet, mencetak 14 dari 20 gol Mesir di babak kualifikasi.
Namun, musim ini Salah tampil kurang dominan di Liga Premier, yang mempercepat kepergiannya dari Liverpool. Setahun lalu, ia mendapat kontrak baru dua tahun setelah menjalani salah satu musim individu terbaik sepanjang masa yang mengantar Liverpool meraih gelar Liga Premier. Ketegangan antara "Raja Mesir" Liverpool dan manajer Arne Slot memanas selama berbulan-bulan setelah Salah dicadangkan dalam tiga pertandingan berturut-turut pada bulan Desember. Cedera pemain lain membuatnya kembali ke starting eleven setelah pulang dari AFCON, namun catatan 12 gol dalam 41 penampilan adalah yang terendah sepanjang kariernya di Liverpool.
Namun, performa dirinya dan Mesir di level internasional menjadi alasan optimisme menjelang undian yang cukup bersahabat melawan Belgia, Selandia Baru, dan Iran di Grup G. Salah mencetak gol dalam empat penampilan pertamanya di AFCON sebelum kembali mengalami kekecewaan saat berhadapan dengan mantan rekan setimnya di klub, Sadio Mane yang membela Senegal, kali ini di semifinal. Ia kemudian melewatkan jeda internasional bulan Maret di mana tim asuhan Hossam Hassan menghancurkan Arab Saudi 4-0 dan menahan imbang Spanyol 0-0.
"Saya yakin ia akan mencapai sesuatu bersama Firaun di Piala Dunia 2026," ujar mantan kapten Mesir Ahmed Fathi kepada AFP. "Saya bermain bersamanya sejak awal karier internasionalnya, kami bersama di Olimpiade London 2012 dan Piala Dunia 2018. Ia selalu membuat perbedaan, dan saya harap ia melakukannya lagi di Amerika Serikat."