Dua Statistik Masing-Masing Tim di Final Conference League Rabu, Crystal Palace Berjaya

Dua Statistik Masing-Masing Tim di Final Conference League Rabu, Crystal Palace Berjaya

Crystal Palace Tutup Musim Perdana dengan Trofi

4 Gol dari Jean-Philippe Mateta di menit keenam babak kedua memastikan Crystal Palace menang dan menjadi tim Inggris ketiga yang meraih gelar dalam lima tahun sejarah Conference League. Oliver Glasner, yang sebelumnya membawa Eintracht Frankfurt juara Liga Europa empat tahun lalu, kini meninggalkan klub dengan tambahan trofi ketiga.

Palace tercatat sebagai klub Premier League ke-12 yang sukses memenangi kompetisi Eropa bergengsi, dan yang keempat yang langsung juara di musim debut mereka di pentas kontinental. Sebelumnya, West Ham (Piala Winners 1964/65), Chelsea (Piala Winners 1970/71), dan Nottingham Forest (Piala Eropa 1978/79) juga melakukannya.

8 Banyak pihak menempatkan The Eagles sebagai kandidat terkuat untuk juara UECL musim ini, dan meskipun performa mereka tidak selalu cemerlang, pada akhirnya mereka mampu membuktikan diri. Karena masalah kepemilikan multi-klub dengan Lyon, Palace harus turun kasta ke turnamen ini, namun kini mereka berhak tampil di Liga Europa musim depan. Dari 17 laga di Conference League, tim asal London Selatan itu mencatat 10 kemenangan, dan berhasil mengalahkan wakil dari delapan negara berbeda.

Kekecewaan Rayo di Akhir Perjalanan

2 Rayo Vallecano baru saja kehilangan tiket ke Eropa musim depan dari liga domestik, dan empat hari kemudian mereka kembali merasakan hal yang sama. Sepanjang 90 menit, mereka cuma mencatat satu tembakan tepat sasaran, dua lebih sedikit dari tim lawan, sehingga Dean Henderson tidak benar-benar terancam. Meski gagal di partai puncak, penampilan kedua Rayo di kompetisi UEFA ini tetap patut diacungi jempol. Los Franjirrojos baru kedua kalinya gagal menjebol gawang lawan di UECL musim ini; sebelumnya mereka juga kalah 1-0 dari Samsunspor di leg penentu babak 16 besar.

7 Untuk bisa kembali tampil di Eropa, Rayo harus bersabar setidaknya satu tahun lagi, sebuah pukulan berat bagi tim asal Madrid tersebut. Rekor mereka di UECL (10 menang, 1 seri, 4 kalah) adalah yang terbaik dari semua klub Spanyol yang pernah berpartisipasi dalam empat edisi terakhir, dengan selisih satu kemenangan lebih banyak dari Real Betis musim lalu.

Hal ini membuat Rayo Vallecano masuk dalam daftar hitam tim Spanyol, karena mereka menjadi klub keenam yang selalu kalah di final Eropa bergengsi. Anehnya, hanya satu klub dari daftar itu, yaitu Atletico Madrid, yang berhasil meraih trofi kontinental. Klub-klub lainnya adalah Athletic Club, Espanyol, Alaves, Betis, dan Mallorca.