Thierry Henry sampaikan permintaan maaf kepada Nigeria usai komentar kontroversial di siaran Piala Dunia

Thierry Henry sampaikan permintaan maaf kepada Nigeria usai komentar kontroversial di siaran Piala Dunia

Legenda Arsenal dan Prancis yang saat itu bertugas sebagai analis studio bersama Zlatan Ibrahimovic dan Alexi Lalas bereaksi dalam segmen pra-pertandingan yang menampilkan streamer IShowSpeed. IShowSpeed terlihat mengenakan jersey Amerika Serikat yang dipadukan dengan celana pendek tim nasional Nigeria.

Ibrahimovic melontarkan candaan tentang paduan tersebut sementara Henry berujar bahwa mencampur seragam sering dianggap membawa sial dalam olahraga. Ia menambahkan, "Aku cinta Nigeria, tapi hari ini AS untukmu."

Komentar itu menyebar luas di media sosial dan langsung menuai kecaman dari para suporter Nigeria.

Meski begitu Henry kemudian menyampaikan permohonan maaf. Ia menegaskan tidak ada maksud menyinggung dan mengakui betapa sensitifnya simbol tim nasional serta kebanggaan para pendukung. Ia juga mengungkapkan rasa hormatnya yang mendalam terhadap budaya sepak bola Nigeria dan dukungannya kepada basis penggemar global Nigeria.

"Saya perlu mengklarifikasi sesuatu karena menurut saya orang tidak paham terkadang ketika Anda mengatakan sesuatu atau kapan sebuah candaan adalah candaan," ujar Henry.

Jadi kemarin IShowSpeed memakai celana pendek Nigeria dan atasan AS. Saya hanya bilang ke dia itu sial jika memisahkan satu set.

"Seandainya itu celana pendek Prancis Italia atau Spanyol pun saya akan mengatakan hal yang sama."

Saya hanya bergurau dengannya bilang itu akan sial. Bukan berarti Nigeria membawa sial tapi memisahkan satu setlah yang sial.

"Saya bahkan bilang saya cinta Naija dan memang benar. Saya punya rasa hormat yang luar biasa kepada Nigeria dan rakyatnya."

Banyak penggemar Arsenal di luar sana. Nigeria tidak pernah membawa sial. Saya hanya bilang memisahkan satu set itu sial terlepas dari celana pendek apa pun.

Henry menjalani karier gemilang yang dihiasi banyak trofi bersama Arsenal. Di sana ia menjelma menjadi salah satu penyerang terhebat dalam sejarah Premier League.

Semasa di Arsenal ia juga sempat bermain bersama legenda Nigeria Nwankwo Kanu. Keduanya menjadi bagian dari skuat yang berkesan dan meraih sukses besar di kancah domestik di bawah asuhan Arsene Wenger.