Mikel Arteta Merasa Sangat Marah Setelah Keputusan Penalti Dibatalkan dalam Hasil Imbang Arsenal Melawan Atletico
Dengan skor masih imbang menjelang akhir pertandingan Eberechi Eze jatuh di kotak penalti setelah ditabrak oleh bek Atletico David Hancko yang menyentuhnya dengan kaki.
Wasit Belanda Danny Makkelie menunjuk titik penalti namun mengubah keputusannya setelah tinjauan VAR yang disambut gembira oleh penonton di Stadion Metropolitano.
"Yang membuat saya sangat marah adalah bagaimana penalti untuk Eze bisa dibatalkan dengan cara seperti itu" kata Arteta kepada wartawan.
"Ini mengubah arah pertandingan di level ini. Maaf tapi ini tidak boleh terjadi".
Arsenal unggul lebih dulu setelah Hancko melanggar Viktor Gyokeres yang kemudian mencetak penalti tersebut sebelum Julian Alvarez menyamakan kedudukan dengan penalti lain di awal babak kedua akibat hands Ben White.
Arteta mengatakan dia bisa menerima keputusan itu setelah penalti serupa diberikan melawan Bayern Munich pada Selasa di semifinal lainnya tapi dia tidak bisa menerima pembatalan penalti Eze.
"Kami semua marah besar karenanya" lanjut Arteta.
"Setelah berjuang keras selama sembilan bulan untuk berada di posisi ini lantas satu gol lagi yang sepenuhnya mengubah jalannya pertandingan.
"Ini tidak boleh terjadi. Kami sudah memberikan segalanya jadi ini tidak boleh" .
Sebaliknya pelatih Atletico Diego Simeone bersyukur atas intervensi VAR setelah hands White juga hanya diberikan setelah tinjauan.
Pelatih Atletico itu juga tidak setuju dengan keputusan memberikan penalti kepada Arsenal atas pelanggaran Hancko pada Gyokeres yang mendorong punggung penyerang tersebut.
"Penalti pertama menurut pendapat saya yang sederhana ada kontak di belakang dan pemain itu melemparkan diri sendiri di semifinal Liga Champions saya pikir penalti harus benar benar penalti" kata Simeone.
"Hands itu tidak diberikan sebagai hands berkat VAR menjadi penalti dan penalti kedua berkat VAR tidak menjadi penalti. Kadang VAR memberi dan kadang mengambil" .
Hasil imbang ini membuat segalanya masih terbuka di leg kedua di London pada Selasa dengan kedua tim sangat menginginkan trofi pertama mereka.
"Apa yang menanti kami? Tantangan luar biasa" kata Simeone.
"London markas Arsenal tim yang belum kalah sama sekali di Liga Champions.
"Kami punya harapan besar dan kami akan pergi ke sana untuk bermain dengan segala yang kami punya" .