Messi Bersinar di Piala Dunia pada Malam Bersejarah Argentina Kalahkan Aljazair

Messi Bersinar di Piala Dunia pada Malam Bersejarah Argentina Kalahkan Aljazair

Awal pertandingan yang cemerlang langsung menghadirkan dua gol yang dianulir karena offside dalam delapan menit pertama. Lionel Messi, pemain pertama yang tampil di enam Piala Dunia, seakan akan memberikan start impian bagi Argentina dengan tembakan khasnya, sebelum tendangan mendatar Fares Chaibi mengalahkan Emi Martínez di tiang dekatnya, namun euforia Aljazair segera dipadamkan.

Namun Messi tidak bisa dihentikan. Umpan terobosan Rodrigo De Paul membuat La Pulga menusuk ke jantung pertahanan lawan sebelum melepaskan tembakan kaki kiri bertenaga ke sudut atas gawang untuk memberi juara bertahan keunggulan pada menit ke 17.

Gol tersebut membuat La Albiceleste percaya diri menguasai bola, sementara Amine Gouiri dan Anis Hadj Moussa dari Aljazair terpaksa berlari tanpa hasil dalam waktu yang lama.

Dengan Alexis Mac Allister dan De Paul membantu Argentina menguasai 68% penguasaan bola menjelang babak pertama, patut diacungi jempol bagi Aljazair karena mampu menghentikan juara bertahan untuk menambah keunggulan.

Mereka bahkan bisa menyamakan kedudukan sebelum jeda bila salah satu dari tiga peluang Chaibi menemui sasaran.

Babak kedua dimulai dengan positif dari kedua tim, dan Lautaro Martinez memaksa Luca Zidane bekerja keras saat Argentina kembali mengancam. Saat kiper tersebut kemudian menjatuhkan bola dari tembakan jarak jauh Mac Allister pada menit ke 60, Messi hadir untuk memanfaatkan peluang dengan penyelesaian kaki kanan sederhana.

Zidane menggagalkan hat-trick sang pemain bernomor punggung 10 hanya beberapa menit kemudian dengan penyelamatan satu tangan yang luar biasa untuk menepis bola melewati mistar.

Dengan 15 menit tersisa, serangan cepat Argentina berakhir sempurna saat Messi benar-benar mencetak gol ketiganya dengan tendangan mendatar dari tepi area, gol yang menyamakan catatannya dengan Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia (16).

Tendangan bebas Riyad Mahrez di akhir laga yang langsung mengenai pagar betis cukup menggambarkan malam Aljazair, dan hasil ini membuat Argentina memenangkan 14 dari 16 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Ini memberi juara bertahan pijakan yang kokoh untuk mempertahankan gelar.

Sementara itu, catatan buruk Aljazair di Piala Dunia yang hanya memenangkan satu pertandingan dari 10 laga sejak 1982 masih berlanjut.