Martinez enggan bicara masa depan saat berambisi bawa Portugal juara Piala Dunia
Ditanya soal masa depannya usai turnamen, Martinez yang berusia 52 tahun mengakui bahwa kontraknya habis setelah Piala Dunia, namun ia mengatakan sedang "fokus menyelesaikan pekerjaan yang kami mulai tiga setengah tahun lalu".
"Ini bukan berita baru, kami sudah sering membahasnya di Portugal," ujar Martinez. "Yang terpenting adalah fokus untuk memenangkan Piala Dunia."
Martinez harus kehilangan bek tengah Ruben Dias dalam laga melawan Kongo setelah pemain bertahan itu gagal pulih tepat waktu dari cedera yang dialami saat uji coba Portugal melawan Nigeria.
"Secara medis, kami memerlukannya dalam kondisi 100% untuk pertandingan Piala Dunia, dan itulah yang akan kami lakukan. Ini soal tidak mengambil risiko di tahap turnamen ini," tambah Martinez.
Namun ia tetap akan memainkan Cristiano Ronaldo, yang tampil di Piala Dunia keenam kalinya, meskipun Martinez menyebut rasanya seperti ini pertama kali bagi penyerang Portugal tersebut.
"Dia adalah panutan, dia adalah pemain ikonik dalam sepak bola global untuk para atlet, pria dan wanita, yang mencintai sepak bola. Ini Piala Dunia keenamnya, tapi rasanya seperti pertama kali jika melihat intensitas kerjanya.
"Dia sangat penting, dia seorang striker yang bisa membuka ruang bagi pemain lain di tim."
Martinez memperkirakan laga melawan Kongo akan sulit, karena mereka bermain fisik dan cepat dalam transisi. Ia mengatakan bahwa mereka tidak boleh meremehkan tim Afrika tersebut.
"Kami harus menyamai emosi Kongo. Jika menang dengan satu gol, itu biasa saja, jika imbang itu bencana, dan jika kalah itu akhir dunia.
"Tanjung Verde telah menunjukkan tidak ada pertandingan mudah di Piala Dunia ini," lanjutnya setelah tim debutan tersebut berhasil imbang 0-0 dengan juara Eropa Spanyol pada laga pembuka mereka Senin lalu.
Kapten Bruno Fernandes menyatakan bahwa Portugal akan bermain dengan mengenang mantan rekan setimnya, Diogo Jota yang ada dalam pikiran mereka. Sang penyerang tewas dalam kecelakaan mobil tahun lalu dan kemungkinan besar akan menjadi bagian penting dalam tim di Piala Dunia ini.
"Semua orang membicarakan dia," ujar Fernandes. "Dia adalah rekan setim yang hebat, sangat rendah hati, sangat bersemangat terhadap apa yang bisa ia lakukan untuk negara kami dan sepak bola pada umumnya.
"Bagi kami, dia masih bagian dari kelompok kami."