'Mereka Sangat Spesifik': Stije Resink Groningen Buka Cerita soal Minat Benfica dan Ajax
Resink menarik perhatian di paruh pertama musim bersama Groningen yang berada di posisi kelima dan berjuang untuk lolos ke kompetisi Eropa. Gelandang berusia 22 tahun itu tampil begitu mengesankan hingga dikaitkan dengan Ajax dan Benfica.
Pada hari Minggu Resink mengatakan kepada ESPN bahwa kabar tersebut benar dan banyak hal yang terjadi di belakang layar.
"Itu cukup mengejutkan juga karena semuanya berjalan begitu cepat. Beberapa urusan sudah diurus lewat agen saya tapi itu untuk musim panas. Saya sedang menyusun rencana dan mencoba menentukan langkah selanjutnya serta tujuan karir saya," ujar Resink.
"Benfica muncul di musim dingin dua minggu sebelum jendela transfer tutup dan langsung sangat serius. Mereka ingin segera bertransaksi karena ada dua pemain yang cedera sehingga itu mengejutkan."
Kabar menyebar bahwa Resink sempat berbicara dengan pelatih Benfica José Mourinho tapi kapten Groningen itu menolak membahas panggilan khusus itu: "Saya sering ditanya soal itu. Jawaban saya memang lemah tapi ini hal yang tidak saya bahas di media. Banyak yang muncul di berita saya sudah wawancara dan sejauh saya bisa jujur saya lakukan."
Ajax juga dikabarkan mengincar Resink tapi tidak pernah ada kontak: "Ajax tidak mencoba apa pun di musim dingin dan saya juga tidak bicara dengan mereka."
'Sulit Memuaskan Semua Pihak'
Akhirnya FC Groningen menolak menjual Resink di musim dingin sesuatu yang dia pahami mengingat posisi tim saat itu.
"Kami saling diskusikan dan punya kepentingan berbeda. Pada akhirnya saya mengerti klub kami di posisi kelima kami targetkan lolos ke Eropa dan saya kapten tim," katanya.
Gelandang itu juga berbagi pengalaman menjadi pusat perhatian dan subjek rumor transfer yang mengganggu dengan mengatakan bahwa mustahil memuaskan semua orang.
"Semua urusan awalnya antara klub dan agen. Sebagai pemain saya tahu aturan di sepak bola tapi dalam hal itu sulit berbuat benar. Bahkan jika sekarang saya bilang bicara dengan Benfica itu tidak baik untuk Groningen. Jika saya katakan bicara dengan mereka pertanyaan selanjutnya kenapa tidak dengan Mourinho.
"Terserah Groningen dan Benfica untuk buat pernyataan. Groningen akhirnya lakukan itu dengan sampaikan mereka tidak jual saya."
Setelah jendela transfer tutup Resink mengalami robek ligamen lutut saat laga tandang FC Groningen melawan FC Volendam pada 1 Maret. Cedera itu membatalkan kemungkinan pindah di musim panas ketika dia kemungkinan besar pindah ke Benfica atau klub lain.
Resink menutup musimnya dengan 25 pertandingan di semua kompetisi mencetak 5 gol dan menyumbang 5 assist lagi.