Kylian Mbappe Waspadai Kekuatan Senegal sebelum Laga Perdana Piala Dunia
Pertemuan pertama antara Singa Teranga dan Les Bleus di Piala Dunia terjadi pada laga pembuka edisi 2002 di Korea Selatan. Saat itu, Senegal yang baru pertama kali tampil sukses mengalahkan juara bertahan Prancis dengan skor 1-0.
Gol tunggal pertandingan dicetak oleh mendiang gelandang Senegal, Papa Bouba Diop, pada menit ke-30. Ia berhasil memasukkan bola dari jarak dekat setelah terjadi kemelut di kotak penalti.
Hasil tersebut masih dikenang sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah sepak bola, sekaligus menjadi awal bencana bagi Prancis yang tersingkir di fase grup tanpa mencetak satu gol pun.
Sementara itu, Senegal melanjutkan perjalanan dongeng mereka hingga mencapai perempat final.
Sejarah Membuat Laga Semakin Seru
"Piala Dunia penuh dengan pertandingan seru. Kami akan menghadapi juara Afrika, meskipun saya tidak yakin apakah mereka masih juara karena Maroko juga bermain (tertawa). Kami tidak mau ikut campur soal itu," ujar bintang Real Madrid itu kepada stasiun televisi Prancis M6 seperti dikutip Wiw Sport.
"Sangat menyenangkan memulai turnamen dengan cara seperti ini. Kita tidak bisa memungkiri adanya sejarah antara Prancis dan Senegal, dan sejarah itu akan membuat pertandingan ini semakin seru. Ini akan menjadi laga yang hebat."
"Pertandingan dimulai pukul 9 malam waktu Prancis, anak-anak mungkin masih belum tidur, jadi terserah kami untuk memulai dengan baik. Ini bisa mengusir keraguan awal karena akan ada kecemasan di antara beberapa orang, bukan di antara kami, tetapi di beberapa pihak. Ini juga akan memberi kami tiga poin."
Prancis adalah salah satu raksasa sepak bola dunia, yang telah menjuarai turnamen pada 1998 dan 2018, serta mencapai final pada 2006 dan 2022. Sementara itu, Senegal telah memantapkan diri sebagai salah satu tim terbaik Afrika, dengan lolos ke empat Piala Dunia (2002, 2018, 2022, dan 2026).
Senegal Berpotensi Tembus Semifinal
"Saya pikir dari satu Piala Dunia ke Piala Dunia berikutnya, Afrika terus bergerak maju dan berkembang. Seperti yang Anda katakan, Maroko yang mencapai semifinal pada edisi terakhir di Qatar," kata Giresse.
Dengan sepuluh negara yang lolos, kemungkinan membawa lebih banyak negara ke semifinal terbuka lebar; kita harus melangkah selangkah demi selangkah.
"Saya yakin suatu hari nanti, negara Afrika akan bermain di final. Jika kita bicara tentang Senegal, mereka memiliki potensi setidaknya untuk mencapai semifinal."
"Tentu saja, kita tahu bisa ada kejadian tak terduga selama pertandingan, tetapi secara intrinsik potensinya ada. Kita melihat tim-tim Afrika semakin menunjukkan level yang mendekati puncak dan peringkat terbaik dunia."
Giresse menambahkan: "Selain Senegal, Maroko, Aljazair, Afrika Selatan, dan bahkan Republik Demokratik Kongo (RDK) dapat meraih hasil besar. Bagaimanapun, jika negara-negara ini ada di sana, itu karena mereka termasuk negara terbaik di Afrika."
Hasil terbaik Senegal diraih pada debut turnamen mereka di 2002, saat mencapai perempat final setelah mengejutkan juara bertahan Prancis.
Selain Prancis, Senegal juga akan menghadapi Norwegia pada 22 Juni di Stadion New York New Jersey sebelum menuntaskan pertandingan grup melawan Irak di Stadion Toronto pada 26 Juni.