'Lukaku yang Berpengaruh Besar' Tidak Akan Dipaksakan Kembali ke Starting XI: Garcia
Pada hari Senin, Belgia dan Mesir bermain imbang 1-1 di Grup G setelah Emam Ashour memberikan keunggulan bagi tim Afrika Utara tersebut di babak pertama.
Belgia kesulitan mencari gol penyeimbang hingga Lukaku yang bertubuh kekar masuk lapangan dan langsung memberikan dampak. Ia menahan dua bek lawan sehingga bola memantul dari Hany dan masuk ke gawang.
"Kami melihat dampak Lukaku saat ia masuk," kata pelatih Belgia Rudi Garcia.
Striker itu menghabiskan banyak waktu tahun lalu di luar tim karena ia hanya bermain 69 menit untuk klub Italia Napoli musim lalu.
Namun setelah kembali dalam dua laga persahabatan Belgia pada Juni, Lukaku menunjukkan kemampuannya.
Ia mencetak gol internasionalnya yang ke-90 dalam kemenangan 2-0 atas Kroasia, dan memberikan assist saat turun dari bangku cadangan dalam kemenangan 5-0 atas Tunisia.
Gol melawan Mesir tidak akan tercatat dalam buku rekor sebagai miliknya, tetapi dampaknya begitu besar sehingga seolah-olah itu adalah golnya.
Lukaku belum cukup bugar untuk menjadi starter setelah sekian lama berada di pinggir lapangan, tetapi Belgia berharap ia segera berubah dari pemain pengganti yang berdampak menjadi penghuni starting lineup.
"Saya senang ia pulih, karena Belgia tidak punya pemain lain seperti dia," Garcia baru-baru ini mengatakan kepada wartawan.
"Kami harus mengelolanya dengan hati-hati. Saya tahu semua orang ingin melihatnya menjadi starter, tetapi kami akan menjalaninya langkah demi langkah."
Lukaku tidak lagi memiliki kecepatan seperti dulu, atau mobilitas, tetapi ia memiliki kekuatan dan kepintaran untuk mengintimidasi bek lawan.
Charles De Ketelaere, yang menjadi starter melawan Mesir, tidak memiliki atribut yang sama, sementara Dodi Lukebakio belum memiliki banyak pengalaman internasional. Striker lain di skuat, Matias Fernandez-Pardo, mungkin merupakan pemain untuk masa depan.
Jika Belgia bisa memberikan lebih banyak menit bermain kepada Lukaku, peluang mereka untuk meraih trofi Piala Dunia pertama akan meningkat secara signifikan.
Selanjutnya mereka akan menghadapi Iran pada hari Minggu sebelum pertandingan grup terakhir melawan Selandia Baru pada 26 Juni. Kedua tim akan fokus pada cara untuk menetralisir ancaman Lukaku.