Hassan Tegaskan Mesir Tidak Ikut Piala Dunia Sekadar Melengkapi Jumlah Usai Imbang Lawan Belgia
Tim Firaun unggul lebih dulu lewat tendangan brilian Emam Ashour pada menit ke 20 dan menjadi momok bagi Belgia. Belgia menyamakan kedudukan pada menit ke 66 ketika pencetak gol terbanyak Romelu Lukaku, hanya sekitar 20 detik setelah masuk lapangan, memaksa Mohamed Hany mencetak gol bunuh diri.
"Bukan saya yang pantas bicara soal reputasi Mesir. Para pemain kami berkualitas tinggi, dan kami memiliki dua pemain terbaik dunia bersama kami. Mereka memberi kami motivasi," ucapnya soal kapten Mohamed Salah dan striker Omar Marmoush."Kami pasti tidak di sini hanya untuk melengkapi jumlah. Kemenangan ada di genggaman kami hari ini."Bermain di Piala Dunia keempat mereka, Mesir mengejar penampilan terbaik sepanjang masa dan memulai kampanye dengan impresif di Seattle. Mereka mencatat 14 percobaan gol dan beradu taktik dengan salah satu tim papan atas.
"Ini prioritas kami, fokus utama kami. Kami tidak memikirkan hal lain," kata Hassan.
"Tapi sebenarnya hasil imbang itu seperti kemenangan, hasil imbang melawan rival seperti itu, rival besar. Mereka memiliki pemain besar, sangat besar."Salah dan Marmoush yang Ganas
Hassan membela keputusannya menarik keluar kapten dan mesin gol Salah saat skor masih imbang, dan memuji dia serta Marmoush atas penampilan yang ia sebut luar biasa.
"Kami tidak bergantung pada satu pemain saja, melainkan kolektif 26 pemain," katanya. "Salah, Marmoush, mereka memberikan segalanya, benar-benar mengerahkan semua kemampuan dengan transisi ganas mereka."Pencapaian terbaik Mesir di Piala Dunia terjadi pada tahun 1990, di mana mereka meraih dua hasil imbang dan satu kekalahan, dengan pelatih Hassan sendiri menjadi bagian tim saat itu.
Partisipasi Mesir di Piala Dunia ini melampaui turnamen itu sendiri, ujarnya, dan merupakan bagian dari upaya menciptakan kembali tim nasional dan membuat mereka percaya bahwa mereka bisa menjadi pesaing di sepak bola dunia.
"Kami 120 juta orang di Mesir, jadi tentu kami perlu memiliki skuat yang kuat, tentu kami punya ambisi, tentu kami harus mewakili semua orang ini," katanya."Saya katakan kepada mereka bahwa kami harus memiliki identitas nasional baru untuk skuat nasional kami... kami berusaha mengubah pola pikir pemain, mempersiapkan mereka, dan membangun kepercayaan diri bahwa mereka adalah tim yang kuat."Mesir akan menghadapi Selandia Baru dan Iran di pertandingan lain Grup G.