Guardiola Sebut Perebutan Gelar Pasti Selesai Jika Man City Tumbang di Hadapan Arsenal

Guardiola Sebut Perebutan Gelar Pasti Selesai Jika Man City Tumbang di Hadapan Arsenal

Man City tertinggal enam poin dari Arsenal tapi punya satu laga sisa, dan kemenangan bakal memangkas jarak sekaligus menambah tekanan saat perlombaan memasuki tahap krusial.

Guardiola justru bilang ruang buat kesalahan sangat minim, karena dia sadar bahwa kurang dari tiga poin bakal bikin timnya kesulitan bangkit.

"Ya, jelas," tambah orang Spanyol itu soal apakah dia anggap laga ini seperti final. "Jika kami kalah, semuanya berakhir."

"Kami Siap"

Meski situasinya tipis, Guardiola bilang Man City penuh keyakinan, karena dia tekankan bahwa kepercayaan diri jadi kunci di fase akhir musim.

"Kalau bisa beli rasa percaya diri di toko, kami langsung beli. Itu salah satu hal terpenting," ujarnya dalam konferensi pers. "(Kepercayaan kami) bagus. Kami siap."

"Sebulan lalu, gara gara kami kehilangan poin di momen krusial, saya pikir kami takkan sampai sini. (Tapi) kami lihat jadwal dan bilang, 'Baiklah, kami main lawan Arsenal di kandang untuk peluang. Enam poin. Jaraknya tak dekat, tapi kami punya kesempatan.'"

"Itulah posisi kami sekarang. Semua tergantung perilaku kami dan segalanya bakal terjawab Minggu ini. Fans kami sudah habis terjual. Segalanya sempurna untuk bertanding."

Guardiola bilang Nico O'Reilly, yang cetak dua gol dalam kemenangan Man City 2-0 atas Arsenal di final Piala Liga, sudah pulih setelah minggu lalu dia keluar dari laga lawan Chelsea sambil pegang hamstring kirinya.

Kemenangan seru itu bagian dari tren positif Man City termasuk pemukulan 4-0 atas Liverpool di perempat final Piala FA. Mereka tak kalah di liga sejak pertengahan Januari.

Hasil Man City mulai bikin fans Arsenal gelisah.

"Kalau kami main seperti babak kedua (final Piala Liga) selama 95 menit dan mereka juga seperti babak kedua, kami bakal menang. Yah, mungkin tidak karena sepak bola tak bisa diprediksi," kata Guardiola.

"Saya kenal (pelatih Arsenal) Mikel Arteta. Mereka bakal sesuaikan strategi dan kami harus siapkan diri. Pada akhirnya, lebih sederhana. Soal bagaimana pemain individu menang dalam duel satu lawan satu."

Bukan Kuda Hitam

Guardiola tegaskan Man City harus tingkatkan performa jika ingin terusikuti perebutan gelar hingga akhir.

"Kami perlu lebih baik lagi," katanya. "Babak pertama lawan Chelsea (kemenangan 3-0 Minggu lalu) tak buruk tapi tak hebat. 30 menit pertama lawan Liverpool juga jelek. 30 menit pertama lawan Arsenal di final, mereka lebih unggul.

"Kamu tak bisa harap tim seperti ini sempurna 90 atau 95 menit, tapi aspek ini bukan soal masa depan, sekarang atau lalu, tapi soal kepercayaan diri, yang luar biasa."

Ditanya apakah Man City kuda hitam, Guardiola tolak label itu. "Saya paham maksudmu, tapi mungkin kami bukan," katanya. "Mereka terbaik sejauh ini, tapi kami ingin tantang mereka.

"Saya bilang tadi ke para pemain, ini cuma laga sepak bola, dan kami harus hadapi seperti laga sepak bola biasa. Kalau terganggu emosi, itulah cara kehilangan fokus."

Guardiola bilang Man City tetap bangga masih bersaing di banyak lini, meski hasil Minggu ini bisa jadi penentu.

"Kita lihat apa yang terjadi," katanya. "Tapi tak pernah selesai sampai benar benar berakhir dan kami masih di sini. Saya bangga masih bisa tantang mereka."