Kejutan Springbok: Pelatih Umumkan Rencana Hengkang Usai Piala Dunia Rugby 2027

Kejutan Springbok: Pelatih Umumkan Rencana Hengkang Usai Piala Dunia Rugby 2027

Sejak tiba pada 2024, pelatih asal Selandia Baru, Brown, mendapat tugas merevolusi serangan Springbok. Hasilnya terlihat jelas di musim 2025 yang dominan, termasuk kekalahan telak 43-10 atas All Blacks di Wellington yang memecahkan rekor.

Namun, ia tak pernah menyembunyikan ambisinya untuk melatih di lingkungan All Blacks. Mulai musim internasional 2028, ia akan menjadi asisten pelatih di bawah arahan Rennie.

"Tony adalah pelatih kelas dunia yang sangat dihormati dan selalu diburu oleh pelatih kepala serta tim di seluruh dunia," ujar CEO New Zealand Rugby, Steve Lancaster, dalam pernyataannya pada Minggu.

"Kami tahu Tony akan tersedia setelah Piala Dunia Rugby 2027 dan ia sudah jelas menyatakan ingin bergabung dengan All Blacks. Keputusan ini sederhana, yaitu memastikan pelatih terbaik kembali ke Selandia Baru.

"Untuk saat ini, Dave dan tim pelatihnya fokus penuh pada tantangan yang ada di depan. Kami menantikan untuk beruji kemampuan melawan Tony dan Springbok dalam beberapa bulan ke depan."

Springbok dan All Blacks akan bentrok dalam tur 'Rugby's Greatest Rivalry' pada Agustus dan September tahun ini. Kedua tim akan menjalani tiga pertandingan uji coba di Afrika Selatan dan satu lagi di Baltimore, Amerika Serikat.

Pelatih Springbok, Rassie Erasmus, memuji habis-habisan Brown dan mengatakan bahwa kepergiannya nanti akan mendapat restu dari tim.

"Tony telah membuat perubahan luar biasa, baik di dalam maupun luar lapangan. Ia selalu terbuka kepada kami mengenai keinginannya untuk lebih dekat dengan keluarga dan fakta bahwa All Blacks memiliki tempat istimewa di hatinya. Kami benar-benar senang untuknya," ujar Erasmus.

Brown menegaskan bahwa dirinya tetap berkomitmen penuh kepada Springbok hingga Piala Dunia 2027 usai.

"Kontrak saya dengan New Zealand Rugby baru dimulai pada 2028, jadi masih panjang perjalanan sebelum itu berlaku. Saat ini, saya sepenuhnya fokus pada Springbok. Apa yang sedang kami bangun dan capai sebagai tim dalam dua tahun ke depan adalah satu-satunya fokus saya."

Brown, mantan flyhalf, membukukan 18 caps untuk All Blacks antara 1999 hingga 2001.