Kemenangan Telak Jerman atas Curacao, Langkah Awal Memulihkan Reputasi Piala Dunia

Kemenangan Telak Jerman atas Curacao, Langkah Awal Memulihkan Reputasi Piala Dunia

Tim juara dunia empat kali itu akhirnya meraih kemenangan perdana di laga pembuka Piala Dunia setelah 12 tahun, sekaligus memperpanjang catatan kemenangan beruntun menjadi 10 laga.

Timnas Jerman yang akan meladeni Pantai Gading dan kemudian Ekuador, memasang target juara Piala Dunia demi memulihkan citra internasional yang rusak akibat kegagalan di babak grup pada Piala Dunia 2018 dan 2022.

Sejak menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil, Jerman belum mampu bersaing di turnamen besar.

Meski sempat grogi di awal, Jerman mampu mengatasi perlawanan negara terkecil yang pernah tampil di Piala Dunia.

Andai tidak ada penyelesaian akhir yang buruk dan peluang emas yang terlewat, Jerman bisa unggul lebih banyak di babak pertama. Namun, performa mereka membaik setelah turun minum.

Musiala Jadi Starter

Julian Nagelsmann lebih memilih menurunkan Jamal Musiala sebagai starter dan menyimpan bomber tajam Deniz Undav di bangku cadangan. Namun, Musiala masih berjuang menemukan kembali ketajamannya setelah enam bulan tidak bermain akibat cedera patah kaki.

Performa tim secara keseluruhan diyakini meredakan kecemasan suporter Jerman pasca tersingkir dini di turnamen sebelumnya. Namun, Nagelsmann sadar dua laga ke depan akan jauh lebih berat.

Kabar baik lainnya datang dari gelandang Nathaniel Brown yang baru berusia 22 tahun. Ia mencatatkan penampilan terbaiknya di level internasional dengan sumbangan satu gol dan satu assist.

Brown menjadi kejutan dalam skuad setelah memikat pelatih lewat serangkaian penampilan apik bersama Eintracht Frankfurt. Kolaborasinya dengan Undav yang masuk sebagai pemain pengganti untuk mencetak gol kelima juga sangat menjanjikan.

Undav yang telah mengoleksi tiga gol dalam tiga laga terakhir harus puas duduk di bangku cadangan. Namun, ia sukses menyumbang assist untuk gol Brown, kemudian mencetak gol, dan kembali memberikan assist untuk Kai Havertz pada gol ketujuh.

Undav mengakhiri musim sebagai pencetak gol terbanyak kedua Bundesliga setelah Harry Kane.

Meski tidak perlu terlalu berlebihan menafsirkan kemenangan ini, hasil telak itu jelas meningkatkan moral Jerman dan memberikan keunggulan selisih gol yang bagus di grup.