Jepang Dua Kali Tertinggal, Lalu Mencuri Imbang di Menit Akhir Lawan Belanda
De Oranje dikenal sebagai tim yang gemar memulai pertandingan dengan cepat di turnamen sepak bola paling bergengsi, namun kali ini mereka berhadapan dengan tim Jepang yang dalam beberapa bulan terakhir sudah membuat beberapa raksasa Eropa bergidik.
Skuad asuhan Ronald Koeman langsung mencoba menekan di awal laga, dengan Donyell Malen menyambut umpan Cody Gakpo dan memaksa kiper Zion Suzuki melakukan penyelamatan gemilang. Samurai Biru membalas ketika Shōgo Taniguchi melakukan penetrasi di sisi kiri dan mengirimkan umpan kepada Daizen Maeda, namun pemain Celtic itu berhasil dihadang dengan cemerlang oleh Jan Paul van Hecke.
Pertandingan berjalan lambat dan butuh waktu untuk memanas, tetapi Belanda tampak paling berpeluang memecah kebuntuan. Umpan sudut Tijjani Reijnders melambung ke arah Malen, yang sundulannya ditepis Suzuki, sebelum Micky van de Ven menyundul bola melewati mistar setelah umpan lain dari gelandang Manchester City itu.
Peluang terbaik Jepang di babak pertama datang menjelang turun minum, ketika Keito Nakamura dan Ayase Ueda sama-sama melewatkan sasaran dari dalam kotak penalti.
Tim asuhan Koeman akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-51 setelah tendangan bebas pertama Reijnders berhasil dibuang, dan bola dialirkan ke Ryan Gravenberch yang melepaskan umpan silang dengan bobot sempurna untuk rekan setimnya di Liverpool, Virgil van Dijk, yang menanduk bola masuk ke gawang dengan bantuan tiang.
Akan tetapi, keunggulan mereka hanya bertahan tak sampai enam menit, ketika Nakamura menerima bola dari Takefuso Kubo dan melepaskan tembakan yang sedikit berbelok melewati Bart Verbruggen di tiang dekat. Babak kedua yang penuh kejutan ini kemudian berubah lagi berkat penyelesaian apik dari Crysencio Summerville. Pemain yang baru pertama kali tampil di turnamen besar ini melepaskan tembakan kaki kiri yang indah untuk bersarang di tiang jauh.
Kubo berusaha mengambil alih kendali demi mengejar gol penyama Jepang yang lain, ketika tembakan jarak jauhnya yang keras hanya melambung tipis di atas sasaran.
Namun, ketika De Oranje tampak akan mengamankan tiga poin krusial, anak asuh Hajime Moriyasu kembali menyamakan kedudukan pada menit ke-89 setelah Kōki Ogawa menyambut sepak pojok Junya Ito dengan sundulan yang mengenai Daichi Kamada sebelum melesat melewati Verbruggen.
Hasil ini pada akhirnya memperpanjang rekor tak terkalahkan De Oranje menjadi 17 pertandingan fase grup Piala Dunia (12 menang, 5 imbang), namun mereka pasti akan menyesali peluang yang terlepas setelah membuang keunggulan. Sementara itu, kebangkitan ini akan memberi Jepang harapan bahwa mereka bisa memenuhi predikat sebagai kuda hitam, setelah dua kali bangkit dari ketertinggalan.