Gelandang Arsenal Asal Denmark Menutup Karier Internasional Usai Kegagalan Kualifikasi Piala Dunia
Pemain Arsenal itu menyatakan bahwa ia tidak lagi bisa dipanggil oleh pelatih tim nasional Brian Riemer.
"Satu sisi ini memang pilihan yang berat, sebab secara mendasar tak ada hal yang lebih saya cintai ketimbang bergabung dengan rekan setim dan kru di Marienlyst (markas latihan tim Denmark). Tak ada pula yang lebih saya sukai daripada bertanding mengenakan seragam merah putih di stadion Parken yang penuh sesak dan bergemuruh."
"Namun di sisi lain, ini justru langkah yang ringan, lantaran saya ingin meluangkan lebih banyak waktu bersama keluarga, dan mengingat gagalnya lolos ke Piala Dunia, kini terasa pas untuk membuka peluang bagi generasi muda yang berbakat dan penuh semangat, yang untungnya masih banyak di Denmark", ujar Christian Nørgaard.
Gelandang berusia 32 tahun tersebut menjalani debutnya di tim nasional bersama Kasper Hjulmand pada 2020 dan sejak itu telah tampil dalam 41 laga internasional berbalut seragam merah putih.
Selama perjalanannya, ia ikut serta dalam tiga turnamen besar akhir, yaitu dua Kejuaraan Eropa dan satu Piala Dunia. Ia secara khusus menyebut Kejuaraan Eropa 2021 sebagai "babak paling indah" dalam karier sepak bolanya.
Pertandingan internasional terakhirnya digelar di akhir Maret, saat mimpi Piala Dunia Denmark pupus di Praha usai kalah dalam adu penalti.
Setelah laga itu, ia menyampaikan kepada pers tertulis di stadion ibu kota Ceko bahwa ia perlu mempertimbangkan kelanjutannya di tim nasional. "Saya belum tahu", katanya.
Awalnya, ia harus berdiskusi dengan pelatih nasional Brian Riemer dan keluarganya, dan kini kesimpulan telah diambil.
"Kini semuanya selesai. Saya antusias mendukung sebagai pendukung, tapi tak lagi sebagai anggota skuad. Terima kasih kepada para pemain, kru, dan suporter atas bantuan membuat mimpi masa kecil ini terwujud", tulis Christian Nørgaard.
Gelandang ini menghadapi beberapa pekan yang menegangkan. Bersama Arsenal, ia berpeluang meraih gelar juara Inggris, sekaligus memenangkan Liga Champions, di mana klub London itu telah melaju ke final lawan PSG.