Deportivo Toluca Sukses Mengalahkan Tigres melalui Adu Penalti untuk Menjuarai CONCACAF Champions Cup
Kiper Toluca, Luis Garcia, menjadi pahlawan setelah menggagalkan eksekusi penalti krusial dari Juanjo Purata, yang memastikan kemenangan 6-5 dalam adu penalti.
Laga berlanjut ke adu penalti setelah kedua kesebelasan dari Liga MX itu bermain seri 1-1 setelah extra time.
Ini adalah gelar pertama Toluca sejak mereka juara pada 2003 di ajang bergengsi untuk klub-klub dari Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia itu.
Aksi heroik Garcia di adu penalti adalah ganjaran yang layak untuk penjaga gawang Toluca tersebut, karena ia telah menjaga timnya tetap bertahan dalam laga selama waktu normal dan extra time melalui sederet penyelamatan menakjubkan yang membuat Tigres frustrasi.
Sebuah penyelamatan ganda oleh Garcia di akhir babak kedua, yakni menggagalkan sundulan Romulo dan kemudian tendangan jarak dekat dari pemain pengganti veteran asal Prancis Andre-Pierre Gignac, membuat penggawa Tigres hanya bisa geleng-geleng kepala.
Toluca tetap bertahan dan berhasil memimpin di extra time melalui gol pemain pengganti Jorge Diaz pada menit ke-104.
Diaz menerima operan dari Fernando Arce, memutar tubuh melewati barisan belakang Tigres, lalu melepaskan tendangan keras dan rendah yang tak mampu dijangkau mantan kiper timnas Argentina, Nahuel Guzman.
Gol tersebut seolah akan menjadi penentu pertandingan, namun para suporter Toluca di Stadion Nemesio Diez terdiam pada menit ke-114 setelah Tigres menyamakan skor melalui sundulan keras bek asal Brasil, Joaquim.
Situasi itu membawa pertandingan ke adu penalti, dan Toluca kembali gugup ketika Franco Romero gagal mengeksekusi penalti yang bisa mengakhiri laga karena ditepis Guzman, dengan skor 4-3 untuk tim tuan rumah.
Tigres menyamakan skor berkat Diego Lainez menjadi 4-4, sehingga laga berlanjut ke sudden death. Namun Tigres lah yang lebih dulu gagal, saat eksekusi Purata yang lemah dapat dihalau oleh Garcia.