De Zerbi Bertekad Usir Pikiran Negatif Saat Spurs Berjuang Bertahan

De Zerbi Bertekad Usir Pikiran Negatif Saat Spurs Berjuang Bertahan

Spurs meraih kemenangan pertamanya di liga sejak Desember melawan tim juru kunci Wolverhampton Wanderers akhir pekan lalu, tetapi mengalami kemunduran besar ketika gelandang serang Xavi Simons mengalami robekan ligamen lutut, yang membuatnya absen sepanjang musim.

Skuad De Zerbi akan bertandang ke Aston Villa yang berada di peringkat kelima pada Minggu, dan pelatih yang baru menjabat sebulan ini ingin menghilangkan negativitas yang melingkupi penampilan tim.

"Dengarkan, saya ingin jelas sekali. Tantangan terpenting sekarang adalah meredam suara di dalam diri kami, di dalam para pemain, di dalam staf, para penggemar," katanya kepada wartawan pada Jumat.

"Suara ini menghasilkan pikiran negatif dan suara itu bilang 'kami sial, kami terlalu banyak cedera. Kami kehilangan Xavi Simons dan dia di dua pertandingan terakhir menjadi salah satu pemain terpenting bagi kami.

"'Staf medis kami tidak cukup baik, lapangan stadion tidak bagus... memenangkan dua atau tiga pertandingan berturut-turut mustahil karena kami belum menang sejak 2026'. Saya pikir semuanya hal negatif dan itu omong kosong."

De Zerbi menyatakan fokus harus diberikan pada kualitas pemain Spurs, yang telah mengumpulkan empat poin dari dua pertandingan terakhir.

"Kami akan bermain melawan salah satu tim terbaik... tapi jika Tottenham menang di Villa Park itu bukan mukjizat. Mungkin kami kalah tapi kami punya kualitas untuk memenangkan pertandingan ini. Itu bukan mukjizat. Kami harus positif," ujarnya.

Maddison Bisa Berperan

De Zerbi menyebut gelandang James Maddison, yang telah kembali ke bangku cadangan tapi belum bermain setelah mengalami cedera ligamen lutut pada Agustus, bisa berperan di beberapa pertandingan akhir kampanye ini.

"Saya ingin memainkannya karena dia pemain spesial tapi kami harus mempertimbangkan kondisi fisik, banyak hal, tapi saya pikir dia bisa penting di tiga pertandingan berikutnya," tambah sang pelatih.

Pelatih asal Italia itu menjanjikan bahwa Spurs, yang finis di peringkat 17 musim lalu, akan melakukan segala upaya di bursa transfer musim panas untuk menghindari perjuangan serupa lagi.

"Di musim panas kami bisa lakukan segalanya. Segala hal. Kami punya banyak waktu untuk bicara tentang sepak bola, tentang bursa transfer, tentang segala yang bisa kami tingkatkan. Kami akan lakukan," katanya.