Curacao Tak Perlu Malu Usai Dikalahkan Jerman, Tegaskan Dick Advocaat

Curacao Tak Perlu Malu Usai Dikalahkan Jerman, Tegaskan Dick Advocaat

Pelatih asal Belanda yang berusia 78 tahun itu mengatakan para pemainnya tidak menduga hasil seperti ini, namun ia mengakui timnya memberikan gol-gol mudah dalam penampilan pertama negara Karibia tersebut di turnamen Piala Dunia.

"Kami perlu mengubah ini menjadi turnamen yang indah," ujar Advocaat. "Kami bisa memberikan kejutan di pertandingan kedua dan ketiga. Pada akhirnya, kami akan senang karena menjadi bagian dari turnamen sepak bola terbesar di dunia."

Felix Nmecha dari Jerman mencetak gol tercepat di turnamen tersebut dan juara dunia empat kali itu terus mencetak gol, namun Curacao memberi para pendukungnya sesuatu untuk dirayakan saat tendangan melengkung Livano Comenencia mengalahkan kiper Manuel Neuer dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Namun pada akhirnya, Jerman terbukti terlalu tangguh untuk dihadapi, sesuatu yang dikatakan Advocaat tidak perlu membuat pemainnya merasa malu.

"Kami berharap bisa berbuat lebih banyak melawan Jerman, tapi kami tidak mampu," tambahnya. "Mereka sangat sangat kuat dan kami kebobolan beberapa gol mudah.

"Pemain tahu jika mereka kalah, mereka tidak boleh putus asa. Ini bukanlah aib."

Advocaat juga memuji para pendukung yang melakukan perjalanan dan terus menyemangati timnya meskipun skor kian membesar melawan mereka.

Ia juga mengatakan ia harus kembali ke bangku cadangan saat lagu kebangsaan dimulai karena momen itu menjadi terlalu emosional baginya.

"Ini terkait dengan kegembiraan rakyat di Curacao," ujarnya. "Di sinilah emosi muncul ke permukaan. Kegembiraan rakyat sungguh luar biasa."