'Ada Kerinduan yang Tak Tertahankan': Van Bronckhorst Bicara soal Kembali ke Feyenoord

'Ada Kerinduan yang Tak Tertahankan': Van Bronckhorst Bicara soal Kembali ke Feyenoord

Pada Rabu lalu, Feyenoord mengumumkan penunjukan Van Bronckhorst. Keputusan ini diambil kurang dari dua minggu setelah klub memecat legenda lain, Robin van Persie.

Giovanni van Bronckhorst mencatatkan 249 penampilan untuk Feyenoord dalam dua periode, yaitu 1994-1998 dan 2007-2010. Mantan kapten Belanda ini kembali ke klub sebagai manajer pada 2015 dan berhasil meraih lima gelar, termasuk Eredivisie pada 2017.

"Klub ini selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup saya. Tidak mungkin ada jalan lain," ujar Van Bronckhorst pada Rabu.

"Saya bergabung di sini saat berusia tujuh tahun sebagai pemain muda, kemudian bermain untuk Feyenoord selama 17 tahun, dan sebagai pelatih berhasil memenangkan lima trofi. Ikatan dengan para pendukung selalu terasa sangat istimewa."

Van Bronckhorst meninggalkan klub pada 2019 dan kemudian menjabat sebagai pelatih kepala di Guangzhou R&F, Rangers FC, dan Besiktas. Pemain yang pernah tampil 106 kali untuk timnas ini juga menjadi asisten Arne Slot di Liverpool selama musim 2025-26.

"Ada begitu banyak momen bersama Feyenoord yang masih membuat saya merinding saat mengingatnya," lanjut Van Bronckhorst. "Ikatan saya dengan klub ini selalu terjaga dengan sangat baik."

Level Selanjutnya

Van Bronckhorst kembali ke Eredivisie setelah rival PSV meraih tiga gelar beruntun pada 2024, 2025, dan 2026. Tim asal Rotterdam ini juga dipastikan tampil di Liga Champions UEFA, karena finis kedua di Eredivisie cukup untuk lolos langsung.

Bagi mantan bek Arsenal dan Barcelona ini, keinginan untuk kembali ke Rotterdam menjadi terlalu kuat untuk diabaikan selama pembicaraan dengan manajemen baru klub yang dipimpin manajer umum Robert Eenhoorn dan direktur teknis Devy Rigaux.

"Saya juga menyadari bahwa selama diskusi dengan Robert Eenhoorn dan Devy Rigaux, saya mulai merasakan kegembiraan yang semakin membuncah. Kami memiliki keyakinan dan perasaan bahwa sebagai tim, bersama satu sama lain dan para pendukung, kami bisa membawa klub ke level berikutnya. Saya sudah sangat tidak sabar untuk melihat kerumunan di De Kuip lagi dan merasakan atmosfer pertandingan yang hanya bisa dialami di sana."