West Ham mendekati ambang degradasi Liga Primer seusai Newcastle berikan kekalahan berat
Pada pembukaan yang cukup waspada VAR meninjau cukup lama kemungkinan handball di dalam kotak penalti oleh Tomáš Souček yang akan menjadi dua kali kontroversial karena teknologi sudah berpihak terhadap West Ham dalam pertandingan sebelumnya melawan Arsenal.
Walaupun lolos dari tuntutan itu skuad Nuno Espírito Santo tertinggal sebelum menit ke limabelas setelah Nick Woltemade mengarahkan bola silang Harvey Barnes untuk gol pertamanya sejak sebelum Natal.
Lima menit kemudian keadaan kian buruk bagi tim tamu Gol kedua tercipta berkat kualitas Magpies yang menembus pertahanan lawan sebelum William Osula menyelesaikannya.
Espírito Santo segera turun tangan dengan mengubah formasi bertiga dan memasukkan Taty Castellanos untuk mendampingi Callum Wilson. Penyerang Argentina itu langsung menguji Nick Pope.
Meski ada perbaikan nyata Irons masih tertinggal dua gol di babak pertama dan tetap kurang tajam setelah istirahat. Emosi memanas dan Souček kembali beruntung menghindari intervensi VAR setelah tampak menendang lawan.
Pengecualian itu tidak bertahan lama karena turnover murah kembali membuka jalan bagi Osula untuk mencetak gol keduanya.
West Ham membutuhkan sesuatu yang istimewa dan Castellanos melakukannya dengan menerima umpan panjang dari penjaga gawang Mads Hermansen lalu menyundulnya melewati Pope dari luar area untuk menyulut sedikit harapan.
Jarrod Bowen sebagai andalan tim memiliki peluang bagus untuk mengurangi defisit tetapi usahanya diselamatkan sebelum Castellanos menghajar tiang gawang. Newcastle adalah tim paling bocor di liga pada lima belas menit terakhir namun mampu bertahan dan memaksakan kekalahan berat bagi tim tamu.
Tottenham Hotspur kini bisa menjebloskan Hammers ke Championship dengan kemenangan atas Chelsea di hari Selasa dan hasil imbang sudah cukup secara praktis berkat selisih gol yang jauh lebih baik.
Bila mereka gagal bertahan rekor poin tertinggi untuk tim terdegradasi dalam sepuluh tahun akan terjadi karena tak lain adalah Newcastle yang drop dengan angka tiga puluh tujuh pada musim 2015/16.
Skuad Eddie Howe memperpanjang rentetan tanpa kekalahan menjadi tiga laga namun masih memerlukan keajaiban untuk menyelinap ke zona Eropa pada pekan pamungkas.