Brentford bangkit dari ketertinggalan dua kali untuk menyelamatkan hasil imbang melawan Crystal Palace

Brentford bangkit dari ketertinggalan dua kali untuk menyelamatkan hasil imbang melawan Crystal Palace

Dalam laga yang berpotensi memberi dampak besar bagi perjuangan Brentford menuju Eropa The Bees memulai dengan sangat buruk.

Lima menit awal melihat Dango Ouattara membuang peluang emas saat tendangannya melambung tinggi dan ia harus menyesali hal itu semenit kemudian ketika Ismaila Sarr dilanggar di kotak oleh Caoimhin Kelleher sehingga timnya mendapat penalti.

Setelahnya pemain internasional Senegal itu tenang mengeksekusi tendangan penalti untuk menyamai rekor Andy Johnson dengan 21 gol di semua kompetisi dalam satu musim Liga Primer.

Ia nyaris memecahkan rekor itu sekitar menit ke lima belas ketika serangan balik cepat Palace berakhir dengan Sarr membentur tiang gawang.

Tanpa melihat klasemen Palace terlihat seperti tim yang mengejar tempat Eropa dan mereka membentur tiang lagi saat Sarr memberi umpan kepada Jorgen Strand Larsen yang tendangannya mengenai tiang jauh.

Pertandingan bolak balik mendapat twist lain sebelum turun minum ketika tim asuhan Keith Andrews menyamakan kedudukan dan tidak mengherankan jika Ouattara yang mencetaknya dengan menyambar di tiang belakang setelah sundulan clearance Jaydee Canvot memantul masuk.

Namun pukulan itu tidak membuat Palace mengendurkan permainan mereka dan tekanan awal babak kedua langsung memberi hasil ketika Daniel Munoz memberi umpan kepada Adam Wharton di pinggir kotak dan tendangan kerasnya lolos di bawah Kelleher yang luar biasa adalah gol pertama pemain internasional Inggris itu untuk klub dalam penampilan ke 94.

Meski melakukan pergantian menyerang dengan memasukkan Kevin Schade Brentford kesulitan menciptakan peluang dan berterima kasih kepada Kelleher karena tidak tertinggal lebih jauh saat kiper itu meraih ujung jari untuk menghalau umpan silang Sarr yang akan menjadi gol pasti Jean Philippe Mateta di tiang jauh.

Bukan perjalanan mulus bagi Palace yang harus menghadapi deretan cedera pemain belakang menjelang final Liga Konferensi UEFA dan mereka akhirnya dikalahkan oleh lemparan jauh yang disambar Sepp van den Berg lalu disundul masuk di tiang jauh oleh Ouattara.

Pukulan akhir itu tidak hanya memberi sakit kepala bagi Oliver Glasner menjelang final Eropa tetapi juga membuat Palace melewatkan kesempatan menyelesaikan double H2H pertama atas Brentford sejak musim 1957 58.

Sementara itu dorongan kontinental Brentford akan berlanjut hingga hari terakhir tetapi dengan hanya satu kemenangan dalam sembilan laga Liga Primer mereka sulit mengklaim posisi teratas.