Tendangan Spektakuler Aubrey Modiba Bawa Mamelodi Sundowns Unggul di Final Liga Champions CAF

Tendangan Spektakuler Aubrey Modiba Bawa Mamelodi Sundowns Unggul di Final Liga Champions CAF

Mamelodi Sundowns meraih keunggulan kecil dari leg pertama final Liga Champions CAF usai menang 1 0 di rumah melawan AS FAR asal Maroko di Pretoria pada hari Minggu.

Mereka akan bertandang ke Rabat untuk leg kedua pekan depan dengan bekal yang perlu dijaga dan yang terpenting belum kebobolan gol tandang dari AS FAR.

Artinya jika mereka mencetak satu gol di Maroko tuan rumah harus membutuhkan tiga gol dan berdasarkan jalannya pertandingan di leg pertama hal itu tampaknya sulit terjadi.

Gol Sundowns

Setelah kurang menciptakan peluang di 37 menit awal Sundowns memimpin saat bek kiri timnas Bafana Bafana Aubrey Modiba melepaskan tendangan bebas luar biasa dari jarak 25 yard. Ia memilih kekuatan ketimbang arah tembakan dan itu terlalu kuat untuk kiper AS FAR Ahmed Tagnaouti. Bola menghantam jala dengan kiper hanya mampu menyentuhnya.

Ini gol perdana Modiba dalam hampir tiga tahun terakhir saat ia menerima dua kartu merah dan mencetak gol bunuh diri. Salah satu pengusiran itu terjadi dalam pertandingan grup melawan AS FAR musim lalu sehingga momen ini terasa manis baginya.

Penundaan babak kedua

Babak kedua tertunda sekitar 30 menit karena Video Assistant Referee mengalami gangguan.

AS FAR awalnya menolak melanjutkan hingga masalah teratasi namun seiring waktu tertunda mereka memutuskan untuk kembali bermain.

Aturan CAF menyebutkan bahwa VAR tidak wajib berfungsi agar pertandingan bisa dilanjutkan sehingga jika AS FAR menolak bermain mereka berisiko kalah 3 0. Meski begitu ini bukan citra baik bagi penyelenggara.

Mengenai tiang gawang

Sundowns nyaris mencetak gol kedua yang akan menjadi langkah besar menuju trofi.

Setelah Jayden Adams dilanggar 30 yard dari gawang Teboho Mokoena melepaskan tendangan bebas yang biasanya keras.

Kiper sudah dikalahkan namun bola membentur tiang dan kembali keluar momen sial bagi tim tuan rumah yang mereka harap tidak disesali di sepanjang laga.

Kejadian langka

Tim terakhir yang bangkit dan merebut trofi setelah kalah di leg pertama adalah Espérance de Tunis melawan Al Ahly pada 2018.

Ahly menang di leg pertama 3 1 di Alexandria namun tim Tunisia meraih kemenangan 3 0 di leg kedua dan lolos dengan agregat 4 3.

Sebelum itu TP Mazembe menang via gol tandang setelah kalah leg pertama dari Heartland FC di 2009.

Ketiga kalinya beruntung?

Apakah ini ketiga kalinya beruntung bagi Miguel Cardoso? Ia kalah di final 2024 bersama Espérance de Tunis dan di final 2025 bersama Mamelodi Sundowns.

Pada dua kesempatan itu leg pertama di kandang bagi Cardoso berakhir imbang dan ia gagal meraih kemenangan tandang.

Kali ini ia mempunyai sesuatu untuk dipertahankan yang merupakan pengalaman baru bagi pelatih asal Portugal tersebut.