Victor Wanyama ungkap rencana memulai karier pelatihan di klub besar Skotlandia Celtic
Victor Wanyama mengumumkan pensiun dari sepak bola profesional pada tanggal 3 April di usia 34 tahun. Ia mengakhiri karir selama 19 tahun karena masalah lutut yang sering kambuh, dan kini berencana beralih ke dunia kepelatihan sambil menyelesaikan lisensi UEFA A.
Ia menyampaikan pengumuman pensiun melalui X sebelumnya dikenal sebagai Twitter, sambil menyatakan kebanggaan atas perjalanan dari Nairobi hingga ke puncak sepak bola Eropa, serta menutup karir 19 tahunnya 17 di antaranya profesional dengan klub Dunfermline Athletic di Scottish Championship.
Victor Wanyama menjadi pemain Kenya pertama yang mencetak gol di UEFA Champions League saat ia membuka skor dalam kemenangan Celtic 2-1 atas Barcelona pada 2012.
Sekarang ia secara terbuka menyatakan ambisi kuat untuk melatih klub tempat ia merintis nama di Eropa setelah pindah ke benua itu.
Saya bisa mulai dari Skotlandia di Celtic
Saya sudah menyelesaikan UEFA B dan bulan depan saya akan mengikuti ujian untuk Lisensi UEFA A kata Wanyama kepada Citizen TV seperti dikutip oleh Pulse Sports.
Masalah seperti ini bagus bagi seorang pesepakbola. Jadilah bagian dari segalanya. Jika tidak bisa melatih ikutilah apa pun yang bisa membantu Anda.
Diploma UEFA A yang sering disebut A Badge merupakan kualifikasi profesional tingkat tinggi sebagai sertifikasi kedua tertinggi di bawah Diploma UEFA Pro.
Menurut aturan UEFA, Diploma UEFA A terbagi menjadi dua tingkatan yaitu lanjutan dan elit. Tingkatan lanjutan memerlukan lisensi UEFA B dan biasanya setidaknya satu tahun pengalaman. Ini memenuhi syarat pelatih untuk level amatir teratas tim pemuda profesional serta peran asisten di liga profesional tingkat kedua.
Tingkat elit adalah Diploma UEFA Pro kualifikasi tertinggi yang diperlukan untuk mengelola liga profesional papan atas seperti Premier League atau La Liga serta tim senior nasional.
UEFA mengharuskan calon memiliki lisensi UEFA B yang sah dan menyelesaikan setidaknya satu tahun pengalaman di sepak bola 11 lawan 11 setelah lulus B sebelum mendaftar Diploma UEFA A.
Wanyama menambahkan: Tidak masalah apakah Anda ingin menjadi pelatih atau direktur apa pun yang bisa membantu di masa depan libatkan diri dan lakukanlah. Saya harap suatu hari saya bisa mulai dari Skotlandia di Celtic. Saya harap suatu hari saya mendapat kesempatan itu. Itu akan bagus.
Saat di CF Montreal, Wanyama bekerja di bawah Wilfried Nancy, dan gelandang bekas Tottenham itu merasa belajar banyak dari pelatih tersebut.
Semua pelatih yang pernah melatih saya seperti Mauricio dan Koeman. Saya katakan pelatih terakhir saya di Montreal namanya Will Wilfried Nancy jelas Wanyama.
Saya melihat dia berkembang sebagai pelatih dan dia benar benar mengajari saya banyak hal serta saya belajar darinya. Saya sadar saya juga bisa belajar dan menciptakan sejarah sendiri seperti yang dia lakukan untuk klub itu.
Wanyama meraih 64 caps untuk Kenya
Wanyama debut di liga Celtic dalam kekalahan 1-0 dari St Johnstone pada 21 Agustus 2011. Ia bermain di posisi bek tengah bukan peran andalannya sebagai gelandang tengah.
Ia masuk sebagai pemain pengganti akhir dalam kemenangan 4-0 atas Motherwell, dan bermain penuh babak kedua dalam kemenangan Piala Liga 2-0 atas Ross County. Ia memulai di hasil imbang 1-1 Celtic melawan Udinese Italia di Europa League.
Itu pertandingan Eropa pertamanya untuk klub tersebut. Wanyama mencetak gol pertamanya untuk Celtic dalam kemenangan 1-0 atas Hearts di Celtic Park tendangan spektakuler dari jarak 25 yard yang mengenai sudut atas.
Penampilan gemilangnya di Desember membuatnya meraih penghargaan pemain muda bulan terbaik Scottish Premier League. Ia mencetak gol kedua untuk Celtic pada 2 Januari 2012 dalam kemenangan 3-0 atas Dunfermline di East End Park.
Wanyama mencetak gol dalam kemenangan 2-1 Celtic atas Dundee United di Celtic Park dan dalam kemenangan 4-0 atas Hearts di Tynecastle.
Setelah debut internasional untuk tim nasional Kenya pada Mei 2007 di usia 15 tahun, Wanyama akhirnya meraih lebih dari 64 caps untuk negaranya, dan mewakili mereka di Piala Afrika 2019 AFCON di Mesir.