Real Madrid Murka Usai Kartu Merah Saat Eliminasi Liga Champions Kontra Bayern Munich
Pengganti Camavinga menerima dua kartu kuning secara beruntun hingga diusir dengan empat menit tersisa di leg kedua perempat final.
Pertandingan masih imbang saat Camavinga mendapat kartu merah tetapi Bayern mencetak dua gol telat untuk menang 4-3 di laga itu, 6-4 secara agregat, dan mengamankan pertemuan dengan juara bertahan Paris Saint-Germain di semi-final.
Kartu kuning kedua bagi pemain Prancis itu tampaknya diberikan karena menghambat restart setelah melanggar Harry Kane.
"Sulit dipercaya bahwa seorang pemain bisa diusir hanya karena aksi seperti ini di pertandingan sekelas ini," ujar Arbeloa kepada TNT Sports.
"Kami merasa sangat kecewa, sangat marah, sangat mengecewakan. Ini terasa seperti laga penentu di musim kami."
Bercakap dengan Movistar, Arbeloa menyebut wasit "merusak" pertandingan dengan mengusir Camavinga, klaimnya wasit tak sadar pemain itu sudah punya kartu kuning.
"Saya rasa wasit bahkan tak tahu dia sudah punya catatan kuning, makanya dia melakukannya, tapi dia telah merusak laga knockout, pertandingan yang menurut saya sangat indah, yang sedang berjalan lancar, di level fantastis, dan di situlah permainan berakhir."
Melewati wartawan usai laga, gelandang Real Jude Bellingham bilang keputusan itu "lelucon", sementara Antonio Rudiger berkata "kalian sendiri yang melihat situasinya - lebih baik tak bicara."
Luis Diaz, yang mencetak gol tak lama setelahnya untuk membawa Bayern unggul secara agregat, mendukung keputusan wasit, katanya Camavinga menghalangi tuan rumah melancarkan serangan dengan memegang bola.
"Saya pikir wasit benar mengusirnya. Kami ingin ambil tendangan bebas cepat dan dia tak melepaskan bola," kata Diaz kepada wartawan.
Kekalahan ini membuat Real Madrid berpotensi menutup musim kedua beruntun tanpa trofi utama, dengan tim Arbeloa tertinggal sembilan poin dari pemuncak Barcelona dengan tujuh laga tersisa di La Liga.