Visa Amerika Serikat Diberikan kepada Pemain Iran untuk Berpartisipasi di Piala Dunia
Keterangan terpisah dari pejabat administrasi Amerika Serikat mengonfirmasi kabar tersebut lewat pernyataan resmi yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri.
Pemberian visa ini menandakan Iran akan berpartisipasi dalam ajang olahraga terbesar di dunia meskipun perang Timur Tengah yang melibatkan Iran melawan Amerika Serikat dan Israel masih berlanjut, kendati telah ada gencatan senjata yang rapuh.
"Kami bangga dengan tim hebat di Kedutaan Besar AS di Ankara yang telah bekerja memproses visa untuk tim nasional sepak bola Iran saat mereka bersiap menuju Piala Dunia FIFA di Amerika Serikat," kata Barrack saat mengomentari pemberitaan bahwa pemain Piala Dunia Iran telah memperoleh visa untuk memasuki Amerika.
"Olahraga melampaui batas negara, dan kami menantikan untuk menyambut para peserta dan penggemar dari seluruh dunia," ucap sang duta besar.
Pejabat administrasi yang tidak disebutkan namanya itu mengonfirmasi bahwa tim Iran telah mendapatkan visa, dan menambahkan: "Kami tidak akan membiarkan tim Iran menyalahgunakan sistem ini untuk menyusupkan teroris ke Amerika Serikat dengan kedok palsu."
Tim Iran dijadwalkan terbang dari Turki ke Spanyol pada hari Sabtu sebelum melanjutkan perjalanan ke markas mereka di Meksiko, dan tiba pada hari Minggu.
Selama turnamen di Amerika Utara, tim ini akan bermarkas di Meksiko, namun ketiga pertandingan babak grup mereka akan digelar di Amerika Serikat.
Awalnya mereka direncanakan bermarkas di AS, tetapi kemudian mengalihkan kamp ke Meksiko karena ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terkait perang yang dimulai pada 28 Februari, dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Iran memulai kampanye Piala Dunia mereka melawan Selandia Baru pada 16 Juni di Los Angeles.
Mereka akan memainkan pertandingan grup selanjutnya melawan Belgia, juga di LA, dan melawan Mesir di Seattle.