Pelatih China Minta Pemain Tetap Tenang Saat Hadapi Taiwan
Pelatih China Ante Milicic meminta para pemainnya pada Jumat untuk tetap "tenang dan percaya diri" dalam laga perempat final Piala Asia Wanita yang penuh ketegangan melawan Taiwan.
Juara bertahan ini menargetkan gelar ke-10 di level benua yang akan memecahkan rekor, namun mereka waspada terhadap lawan yang menunjukkan peningkatan performa sepanjang turnamen.
Taiwan kalah 2-0 dari Jepang yang difavoritkan di babak grup, tapi mereka tidak kalah jauh.
"Mereka membuat Jepang kesulitan dan kemudian menang di dua pertandingan berikutnya, jadi kami tahu ini akan menjadi tantangan berat," kata Milicic menjelang pertemuan di Perth pada Sabtu.
"Tapi jika kami jalankan rencana permainan dan tampil pada level yang kami mampu, itu seharusnya cukup untuk meraih kemenangan.
"Jika kami ikuti proses yang jelas, tetap tenang dan percaya diri serta ambil satu pertandingan demi satu, kami bisa sukses dan semoga lolos lebih jauh di turnamen."
Sama seperti China, Taiwan mendapat dukungan kuat di turnamen di Australia, tapi tidak lepas dari kontroversi.
Selama pertandingan terakhir mereka di Sydney melawan India, mantan pelatih Taiwan Chen Kuei-jen dikeluarkan dari stadion karena memimpin sorakan "Taiwan Jiayu", atau "Ayo Taiwan".
Pengusirannya memicu protes dari kementerian luar negeri Taiwan ke Konfederasi Sepak Bola Asia atas "perlakuan tidak adil".
Taiwan bertanding dengan nama "Chinese Taipei" di ajang olahraga internasional.
Itu bagian dari kompromi politik dengan China yang memungkinkan pulau itu ikut kompetisi besar tanpa menyatakan diri sebagai negara berdaulat.
China mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya.
Pelatih Taiwan Prasobchoke Chokemor lebih fokus pada sepak bola di konferensi pers pra-pertandingan.
"Kami bisa bilang kami tampil baik lawan Jepang, imbang 0-0 di babak pertama," ujar pelatih asal Thailand itu.
"Besok akan jadi pertandingan berbeda secara taktik, tapi kami yakin bisa bersaing dengan pemain top jika tetap fokus pada diri sendiri dan berjuang sebagai tim."
Yang dipertaruhkan bukan hanya semi-final, tapi juga tiket kualifikasi Piala Dunia 2027 dengan enam tim teratas lolos ke ajang di Brasil.