Pelatih Aljazair Petkovic Akui Timnya Bantu Messi Ciptakan Sejarah Piala Dunia

Pelatih Aljazair Petkovic Akui Timnya Bantu Messi Ciptakan Sejarah Piala Dunia

Messi sukses membongkar pertahanan tim Afrika Utara itu di awal kemenangan Argentina dalam misi mempertahankan gelar juara. Meski Petkovic memuji penampilan pemain berusia 38 tahun itu, ia menilai anak asuhnya terlalu memberi ruang gerak bagi Messi.

"Kelas itu permanen, karena kita tidak bicara soal pemain biasa, kita bicara tentang pesepakbola yang sudah meraih Ballon d'Or tujuh atau delapan kali sepanjang kariernya," ujar Petkovic.

"Sayangnya, kami juga memberinya kesempatan lewat gol pertama dan kedua. Kami justru memudahkan dia untuk mencetak gol-gol tersebut.

"Tapi Messi, dengan pemikirannya yang jernih di momen-momen krusial dalam pertandingan, bisa melakukan hal-hal dengan lebih mudah."

"Dia punya keistimewaan karena seluruh tim Argentina bekerja untuk dan mendukungnya. Selama beberapa tahun, bahkan puluhan tahun, dia sudah melakukan hal-hal luar biasa. Argentina punya 10 tembakan hari ini, dan tujuh di antaranya berasal dari Messi."

Kiper Aljazair, Luca Zidane, sebenarnya bisa tampil lebih baik dalam menghadapi gol pertama Messi. Tapi kemudian ia gagal menahan bola yang memungkinkan Messi mencetak gol kedua di menit ke-60 setelah tembakan liar.

Messi melengkapi trigolnya pada menit ke-76 dengan tembakan keras setelah diumpan oleh pemain pengganti Nico Gonzalez.

"Bukan kebiasaan saya menyalahkan pemain tertentu, tapi saya rasa kami memang membuat terlalu banyak kesalahan dengan membiarkan pemain Argentina leluasa melakukan tembakan ke gawang," ujar Petkovic.

"Kami bisa menyalahkan diri sendiri, tapi kami harus bekerja keras memperbaiki ini dan belajar dari pengalaman ini."

Petkovic mengatakan penting bagi Aljazair untuk bangkit kembali di pertandingan sisa Grup J melawan Yordania pada 22 Juni dan Austria lima hari kemudian.

"Kami tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan karena kebobolan tiga gol, tapi kami perlu lebih seimbang," tambahnya.

"Kami harus menggerakkan bola lebih cepat. Kami akan menghadapi lawan dengan kualitas berbeda, jadi ekspektasi kami juga akan berbeda. Tapi kami harus memastikan tim punya keyakinan itu, karena kami tahu kami bisa melakukannya."