Austria Menahan Kebangkitan Mengejutkan Yordania demi Kemenangan Berat di Piala Dunia
Dalam waktu dua menit pertandingan berjalan, Yordania langsung mengancam lewat serangan balik cepat yang diakhiri tembakan Ehsan Haddad, meski hanya mengenai sisi luar jaring. Optimisme Yordania semakin tumbuh setelah Musa Al-Taamari melepaskan tendangan pertama ke gawang, namun masih mudah diamankan Alexander Schlager.
Yordania memilih bertahan dalam untuk menghentikan serangan Austria dan mengandalkan serangan balik. Strategi ini hampir berbuah manis saat Odeh Al-Fakhouri melepaskan tembakan keras dari jarak 25 yard, namun Schlager masih bisa menepis bola.
Namun, awal yang gemilang dari tim debutan ini sirna pada menit ke-20. Xaver Schlager memberikan umpan kepada Romano Schmid, yang kemudian melengkungkan bola dari luar kotak penalti langsung ke pojok atas gawang, menjadikan tembakan pertama Austria sebagai gol.
Dua menit berselang, Al-Nashama nyaris membalas dengan sempurna. Sepak pojok diarahkan ke tiang dekat, namun sundulan Ali Olwan hanya mengenai mistar. Austria mulai menguasai permainan setelah jeda minum di babak pertama, tetapi ancaman tetap datang dari Olwan yang melepaskan tendangan keras pada menit ke-34. Kiper hanya mampu memukul bola ke arah Al-Taamari, dan sepak lanjutannya harus diblok krusial oleh Philipp Lienhart.
Menjelang turun minum, tim Asia Barat ini tampil lebih dominan. Namun, tendangan Al-Taamari yang melenceng pada masa injury time menjadi peluang terbaik mereka untuk menyamakan kedudukan sebelum jeda.
Momen yang akan dikenang selamanya dalam sejarah sepak bola Yordania terjadi pada lima menit babak kedua. Mereka memaksa kehilangan bola di area sendiri, lalu Noor Al-Rawabdeh melepaskan Olwan di sisi kiri. Olwan masuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan bersih yang melewati Schlager serta masuk setelah mengenai tiang, menjadi gol ke-30 internasionalnya.
Seperti yang dilakukan lawan di babak pertama, Austria merespons kebobolan dengan positif. Setelah setengah peluang dari Stefan Posch dan Carney Chukwuemeka, Austria mengira mereka kembali unggul saat pemain pengganti Marko Arnautovic menyambar bola di sepak pojok, namun gol dianulir setelah tinjauan VAR karena handball oleh Posch sebelum bola jatuh ke pencetak gol terbanyak Austria tersebut.
Namun, tim asuhan Ralf Rangnick tidak terbendung pada sepak pojok berikutnya 13 menit sebelum waktu normal berakhir. Umpan Marcel Sabitzer menimbulkan kekacauan di pertahanan Yordania dan bola dibelokkan ke gawang sendiri oleh Yazan Al-Arab.
Meskipun Arnautovic gagal menambah keunggulan saat tembakannya langsung mengarah ke Yazeed Abulaila dalam situasi satu lawan satu, umpan silangnya pada menit ke-10 masa injury time mengenai tangan Salim Obaid.
Dengan penuh tanggung jawab, Arnautovic mengeksekusi penalti untuk gol internasionalnya yang ke-48, mengamankan kemenangan perdana Austria di Piala Dunia sejak 1990 dan membuat mereka bergabung dengan Argentina dengan tiga poin di Grup J.
Tim asuhan Jamal Sellami tentu bersyukur tidak harus menghadapi tim UEFA lainnya di grup ini, karena kini mereka tanpa kemenangan dalam delapan pertandingan melawan lawan asal Eropa.