Meski terpaut 14 tahun, semangat dan ambisi Geria dan Herrington tetap sama
Herrington, yang berusia 18 tahun dan menjadi pemain termuda dalam skuad Socceroos serta pemain termuda ke-11 di turnamen ini, mengalami peningkatan karier yang sangat pesat sejak debut profesionalnya hanya 17 bulan lalu.
Ini adalah pengalaman istimewa bisa tampil di Piala Dunia di usia muda, ujar bek tengah itu setelah berlatih di markas turnamen Australia pada Rabu.
Saya ingin memberikan yang terbaik untuk membantu negara, membuat bangsa ini bangga. Dan saya akan melakukannya setiap kali saya menginjak lapangan, setiap menit yang saya dapatkan.
Herrington bukanlah orang asing bagi Amerika Serikat, karena ia telah bermain penuh di semua 15 pertandingan untuk Colorado Rapids selama paruh pertama musim pertamanya di Major League Soccer (MLS) tahun ini.
Saya mungkin tidak akan datang jika tidak mendapatkan menit bermain sebanyak itu di Colorado, ujarnya.
Bek kelahiran Brisbane itu melakukan debut untuk tim nasional pada bulan Maret, tetapi dampak yang ia ciptakan cukup besar sehingga ia dibawa ke AS untuk Piala Dunia.
Herrington bertekad untuk tetap rendah hati, memberikan penghargaan kepada dukungan staf, rekan setim seperti kiper veteran Mathew Ryan, dan orang tuanya yang akan bepergian ke Vancouver untuk pertandingan pertama Australia melawan Turki pada 13 Juni.
Jika kebangkitan Herrington sangat pesat, karier internasional Geria justru berjalan lambat namun mantap.
Bek kanan berusia 33 tahun itu, yang memenuhi syarat bermain untuk Uganda melalui orang tuanya, pertama kali mendapat caps dari pelatih Australia saat itu, Ange Postecoglou, pada 2016.
Ia gagal masuk dalam skuad Piala Dunia 2018 dan 2022, tetapi mendapat panggilan dari Tony Popovic setelah mantan pelatihnya di Melbourne Victory itu mengambil alih Socceroos pada akhir 2024.
Geria meraih caps keduanya delapan tahun setelah yang pertama, dan sejak itu menjadi pemain reguler dalam skuad Popovic.
Saya sangat bersyukur kesempatan ini datang dan saya bertahan bekerja keras selama ini, serta percaya bahwa suatu hari hal seperti ini bisa terjadi pada saya, ucapnya.
Saya masih tidak percaya, jujur, bahwa saya termasuk dalam 26 pemain akhir di kamp pemusatan dan sedang bersiap untuk Piala Dunia.
\\