Jordan Ayew Anggap Laga Lawan Inggris Spesial Saat Ghana Bersiap ke Piala Dunia
Tim Black Stars akan tampil untuk kelima kalinya di ajang Piala Dunia setelah sebelumnya bermain pada tahun 2006, 2010, 2014, dan 2022. Pencapaian terbaik mereka adalah lolos ke babak perempat final pada turnamen di Afrika Selatan tahun 2010.
Secara keseluruhan di semua turnamen, mereka mencatat lima kemenangan, tiga hasil imbang, dan tujuh kekalahan dalam 15 pertandingan.
Gagal lolos dari fase grup pada edisi Brasil dan Qatar membuat Ghana semakin bertekad untuk merebut kembali kejayaan dan menembus babak knockout.
Untuk mencapai target itu, mereka harus mengalahkan Inggris, Kroasia, dan Panama di Grup L agar bisa kembali ke perempat final dan menyamai rekor terbaik yang pernah diraih oleh tim Afrika.
Menjelang turnamen, Jordan Ayew sempat menyinggung soal duel kontra Inggris dan hal-hal yang akan menentukan langkah Black Stars di fase grup.
Laga Istimewa Ghana vs Inggris
"Pertandingan ini akan sangat spesial. Sudah sepuluh tahun saya berada di Inggris, tempat itu seperti rumah ketiga saya. Prancis adalah rumah kedua saya," ujar Ayew kepada FIFA.com.
"Selama di sana, saya mendapat perlakuan baik. Ada pasang surut, tetapi saya sudah merasakan semuanya dan benar-benar menikmati setiap momen. Sampai sekarang pun saya masih menikmatinya, dan semoga masih panjang perjalanan saya di sini."
Ayew menambahkan: "Kami harus membuktikan kemampuan dan menunjukkan kualitas yang kami miliki. Kami juga harus siap untuk tantangan yang ada.
"Semua sadar bahwa perjalanan ini tidak mudah, tetapi kami sudah siap. Saya tahu banyak orang meragukan kami, dan itu justru bagus. Saya senang jika orang berpandangan seperti itu. Nanti akan terlihat saat kami tiba di turnamen."
Soal ban kapten, Ayew berkata: "Menjadi kapten adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Saya menjalaninya dengan santai dan berusaha memberikan yang terbaik untuk negara dan tim.
"Saya selalu mengutamakan kepentingan tim dan berusaha semaksimal mungkin. Tujuan saya adalah membuat semua pemain bahagia, siap tempur, dan termotivasi untuk setiap laga."
Mantan penyerang Leicester City itu menambahkan: "Saya menjalani semuanya secara bertahap. Saya tipe orang yang santai dan apa adanya. Saya hanya mengikuti alur dan menerima apa pun yang terjadi."
Mengingat kembali kenangan 2010 saat Ghana mencapai perempat final, Ayew mengatakan: "Saya sempat menyaksikan beberapa pertandingan di Ghana, lalu setelah itu saya harus menjalani pramusim.
"Suasana dan energi yang mereka ciptakan di Ghana sungguh luar biasa, apalagi dengan performa yang impresif. Melihat rakyat Ghana bahagia dan berangkat kerja dengan senyuman adalah pemandangan yang tak ternilai.
"Sepak bola pada dasarnya adalah soal emosi. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk memberi harapan, agar orang-orang bisa menikmati hari-hari mereka. Saya hanya ingin tampil dan menikmati setiap momen.
"Bersuka cita, membawa kebanggaan bagi negara, bagi diri sendiri, dan merasa bahagia bersama rekan setim."
Terus Berjuang
Kakak Ayew, Andre, masih menjadi pemain dengan jumlah caps tertinggi sepanjang sejarah timnas Ghana dengan 120 penampilan.
Saat ditanya soal kemungkinan melampaui rekor kakaknya, Jordan Ayew berkata: "Saya tak pernah menyangka akan berada di titik ini. Saya hanya terus berjuang dan bekerja keras.
"Tapi secara pribadi, saya lebih suka punya enam caps tapi berhasil memenangkan trofi. Yang penting saya terus bermain, menikmati sepak bola, dan berusaha maksimal untuk negara serta keluarga.
"Saya terus berjuang karena diberkati dengan kesehatan. Selagi sehat, itulah yang paling penting. Tidak semuanya akan berjalan mulus, tetapi kuncinya adalah pantang menyerah dan terus maju."
Ghana akan mengawali laga perdana melawan Panama pada 18 Juni, lalu berhadapan dengan Inggris pada 23 Juni, dan menutup fase grup dengan duel melawan Kroasia pada 28 Juni.