Kvaratskhelia Cetak Dobel Gol Saat PSG Hajar Nantes Telak untuk Perlebar Keunggulan di Puncak Ligue 1
Setelah mengalami kekalahan di markas sendiri melawan Olympique Lyonnais pada akhir pekan lalu, PSG kembali terjerat dalam persaingan gelar, walaupun mereka memiliki peluang untuk memperluas selisih poin dengan pesaing terdekat pada pertandingan kali ini.
Tim ibu kota Prancis memulai laga dengan sangat baik, memperoleh penalti tepat 15 menit berlalu ketika Ali Youssef dihukum karena menyentuh bola dengan tangan di kotak penalti usai sundulan Marquinhos mengenai lengannya.
Setelah tinjauan VAR, tendangan penalti itu diberikan, dan Khvicha Kvaratskhelia menanamkannya ke sudut bawah gawang.
Penderitaan Nantes berlanjut ketika mereka sempat berpikir telah menyamakan kedudukan di pertengahan babak pertama usai Louis Leroux merebut bola longgar di kotak penalti dan melepaskan tembakan, namun gol itu dibatalkan karena pelanggaran yang tampaknya terjadi dalam prosesnya.
Babak pertama yang mengecewakan bagi tim tamu berakhir dengan mereka tertinggal dua gol setelah Achraf Hakimi maju ke depan dan mengoper bola kepada Désiré Doué, yang meskipun dari sudut sempit berhasil mengirim tembakan indah ke pojok atas gawang jauh.
Tim tuan rumah langsung gaspol setelah istirahat dan segera unggul tiga gol ketika Kvaratskhelia menggiring bola masuk ke kotak penalti dan menyuatkannya ke gawang.
Skuad Luis Enrique kini sedang on fire, dan Hakimi nyaris menambah gol keempat dengan tembakan dari jarak jauh yang melenceng tipis sebelum Kvaratskhelia ditolak hattrick oleh mistar gawang.
Fabián Ruiz selanjutnya mencoba peruntungannya, tapi dia juga dihadang tiang gawang usai tembakannya yang diblok melepuh ke postingan.
Pada akhirnya, tiga gol sudah cukup bagi PSG untuk meraih kemenangan meyakinkan dan kembali mengambil alih kendali dalam perburuan gelar Ligue 1 ke-14 yang akan memecahkan rekor.
Sementara itu, Nantes terpaut lima poin dari posisi play-off degradasi dengan waktu yang semakin menipis bagi pasukan Vahid Halilhodžić, karena mereka tampak ditakdirkan turun ke kasta kedua sepak bola Prancis untuk pertama kalinya dalam 13 tahun.