FIFA Berpotensi Hancurkan Harapan Piala Dunia Kiper dengan Penyelamatan Terbanyak di Liga Champions

FIFA Berpotensi Hancurkan Harapan Piala Dunia Kiper dengan Penyelamatan Terbanyak di Liga Champions

Asosiasi Sepak Bola Internasional FIFA diduga telah memberitahu Federasi Sepak Bola Norwegia bahwa Haikin tidak memenuhi syarat dalam aturan mengenai masa tinggal di negara yang ingin diwakilinya.

"Kami masih dalam pembicaraan dengan FIFA dan saat ini belum ada komentar lebih lanjut. Kami akan memberikan informasi tambahan ketika memungkinkan", ujar Direktur Komunikasi Ragnhild Ask Connell dari Federasi Sepak Bola Norwegia dalam pesan kepada NTB.

Haikin tampil mengesankan sepanjang kampanye Bodo Glimt di Liga Champions musim ini saat tim Norwegia yang kurang terkenal itu mencapai babak 16 besar sebelum tersingkir oleh Sporting CP. Dengan 74 penyelamatan dalam 12 pertandingan, ia menjadi pemain dengan penyelamatan terbanyak di turnamen tersebut.

Kiper Bodo Glimt ini telah menjadi warga negara Norwegia dan mengajukan perubahan federasi dari Rusia, di mana ia pernah bermain untuk tim U-21.

Haikin memperoleh kewarganegaraan Norwegia pada April. Ia juga memiliki kewarganegaraan Rusia, Israel, dan Inggris. Sejak 2019, ia tinggal di Bodo, kecuali periode singkat pada 2023, yaitu dari Januari hingga Maret, ketika ia bermain untuk Bristol Rovers.

Ketika kewarganegaraannya disetujui pada April, pelatih tim nasional Stale Solbakken menyatakan bahwa Haikin akan "dipertimbangkan seperti pemain lain" ketika ditanya apakah ia bisa masuk skuad Piala Dunia Norwegia.

Ada lima kondisi berbeda di mana seorang pemain boleh berganti negara. Untuk berganti tim nasional, pemain harus memiliki kewarganegaraan negara baru dan umumnya hanya bermain tidak lebih dari tiga pertandingan senior kompetitif sebelum usia 21 tahun, tanpa pernah tampil di turnamen final seperti Piala Dunia atau kejuaraan benua.

Pemain tidak boleh pernah bermain untuk negara sebelumnya di level senior resmi, dan mereka hanya boleh berganti asosiasi sekali saja, yang memerlukan persetujuan dari Kamar Status Pemain FIFA.

Aturan baru yang diperkenalkan pada 2021 memungkinkan pemain yang telah bermain hingga tiga caps senior internasional sebelum usia 21 tahun untuk berganti negara. Sebelumnya, aturan menyatakan bahwa pemain tidak boleh berganti negara setelah mendapatkan caps senior di pertandingan kompetitif.