Bielsa Dukung Penuh Tim Medis Setelah Cedera Mengguncang Persiapan Piala Dunia Uruguay
Menjelang laga perdana Uruguay di Piala Dunia melawan Arab Saudi pada Senin, Bielsa membela langkah tim medisnya setelah Ronald Araujo mengalami robekan otot saat latihan. Bek Barcelona itu menjadi tambahan dalam daftar pemain cedera bersama Jose Maria Gimenez dan Giorgian de Arrascaeta.
Sebelum Piala Dunia 2022, Araujo juga pernah mengalami cedera serupa. Meski akhirnya masuk skuad, ia tak tampil di Qatar kala Uruguay gugur di fase grup.
"Araujo tiba dengan masalah otot yang sebenarnya tidak parah. Selama enam bulan terakhir di Barcelona, ia tidak pernah punya masalah otot serius. Namun, saat latihan ia justru mengalami robekan otot," kata Bielsa kepada wartawan.
"Saya tetap pada kesimpulan awal. Jika seorang pemain cedera di sesi latihan, pasti ada yang keliru. Namun Araujo memiliki hubungan kepercayaan yang kuat dengan stafnya. Semua keputusan diambil atas dasar kesepakatan bersama dengan mereka dan Araujo.
"Kami merasa bertanggung jawab, tetapi tidak ada yang bisa kami lakukan secara berbeda."
Bielsa juga membandingkan situasi cedera Gimenez yang mengalami masalah pergelangan kaki dan Arrascaeta yang menderita cedera betis, keduanya dalam proses pemulihan.
"Gimenez cedera pergelangan kaki dan bergabung latihan seminggu kemudian karena orang-orang yang memantau pemulihannya sudah terbiasa bekerja dengannya dan ia sangat percaya pada mereka," ujar Bielsa.
"Kini ia sudah bersama kami selama 15 hari dan kondisinya sudah pulih."
Bielsa mengatakan Arrascaeta mendapat dukungan penuh selama pemusatan latihan meskipun mengalami cedera otot. Staf medis mengambil tanggung jawab sambil memastikan setiap keputusan melibatkan masukan pemain, serta setiap sesi latihan telah disepakati antara Uruguay, tim pemain, dan klubnya Flamengo.
"Robekan otot di masa pemulihan dan persiapan tentu harus dianggap sebagai kesalahan," kata Bielsa.
"Mengenai apakah kami tidak mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mencegahnya, kami telah mengambil semua langkah yang diperlukan."
Untuk pertandingan melawan Arab Saudi, pelatih asal Argentina itu mengatakan tidak akan ada perubahan pada pendekatan terbuka dan berbasis penguasaan bola yang menjadi ciri khasnya.
"Cara kami bermain bukanlah rahasia. Kami berusaha menguasai bola, mencoba maju dan menyerang dengan banyak pemain," katanya.
"Kami berusaha bermain di sisi lawan dan merebut bola secepat mungkin. Juga untuk membangun hubungan yang baik antara penguasaan bola dan situasi berbahaya yang kami ciptakan."