Superliga: AGF mengalahkan rival sengit Brondby dengan gampang untuk raih gelar Denmark pertama dalam 40 tahun
Untuk pertama kalinya dalam 40 tahun AGF bisa menyebut diri mereka juara sepak bola Denmark.
Setelah musim di mana Aarhus menduduki puncak klasemen sepanjang tahun AGF akhirnya menyempurnakan prestasi itu di Stadion Brondby pada Minggu malam.
AGF menang 2-0 berkat dua gol di babak pertama selama 30 menit dan dengan akumulasi 64 poin AGF tak terkejar lagi dalam perebutan gelar Denmark.
Dengan 60 poin FC Midtjylland harus puas dengan perak untuk musim kedua beruntun tapi mereka punya kesempatan bangkit di final Piala pada Kamis.
Bahkan sebelum pertandingan di Brondby AGF sudah dapat hadiah tak terduga saat FC Midtjylland hanya seri di Farum lawan FC Nordsjaelland. Hasil itu berarti AGF cukup menang satu dari dua laga tersisa lawan Brondby dan Viborg untuk amankan gelar.
Dengan beban itu AGF memulai dengan cerah saat tembakan jarak jauh dari Gift Links menguji kiper Patrick Pentz dan dari tendangan sudut berikutnya Henrik Dalsgaard menyundul bola masuk ke gawang dengan lututnya.
AGF memberi lebih banyak inisiatif pada tim tuan rumah setelah gol pembuka dan Brondby hampir imbangi skor beberapa kali. Raphael Canut berusia 17 tahun khususnya sia sia kesempatan emas. Tapi Brondby harus bayar mahal atas kelalaian itu saat gelandang Kevin Yakob menusuk ke kotak penalti dan temukan sudut jauh untuk keunggulan 2-0 setelah 25 menit.
Brondby terus tekan di babak kedua tapi tak bisa tembus pertahanan tim Aarhus.