Spurs Kena Pukulan Keras Degradasi Saat Brighton Rebut Seri di Detik Terakhir

Spurs Kena Pukulan Keras Degradasi Saat Brighton Rebut Seri di Detik Terakhir

Sekang berada di situasi wajib menang demi menghalau degradasi pertama sejak musim 1976/77 tuan rumah harus memulai laga dengan penuh semangat lawan Brighton guna meraih dukungan suporter.

Awal pertandingan yang kurang mengesankan di mana mereka minim ancaman di area lawan justru tidak mendukung hal itu namun segera setelahnya permainan mulai bergairah seiring munculnya kelemahan di kubu Spurs.

Sepakan bebas dalam yang dijaga tetap hidup di mistar jauh oleh Jack Hinshelwood sundulan baliknya justru dibelokkan ke tiang sendiri oleh Micky van de Ven membuat seluruh Stadion Tottenham Hotspur Stadium menahan napas saat bola menggelinding di seberang garis.

Itu menjadi titik balik bagi Spurs yang berhasil unggul tak lama sebelum turun minum.

Momen cerdas dari Xavi Simons yang mengirim bola melayang melewati barisan pertahanan Brighton dan Pedro Porro dengan cepat menyelinap di depan Bart Verbruggen untuk menyundul gol pembuka bagi tuan rumah.

Satu gol hampir berubah menjadi dua bagi tim Roberto De Zerbi seketika setelah istirahat saat dalam dua menit Simons membentur tiang dan tusukan lanjutan Porro memaksa Verbruggen melakukan penyelamatan gemilang dengan ujung jari guna menjaga selisih skor tetap satu.

Namun seperti ciri khas Spurs di musim 2025/26 keunggulan mereka sirna sebelum jeda dan dengan cara yang indah pula saat pengganti Kaoru Mitoma melepaskan tendangan voli kaki kiri sempurna ke langit langit gawang setelah umpan Pascal Groß menemukannya tanpa pengawalan di mistar jauh.

Gol itu benar benar mengubah arus permainan tapi Burung Camar gagal memanfaatkan tekanan mereka setelah reSTART dan malah beruntung tidak tertinggal ketika upaya Simons diblokir di pertengahan babak kedua serta Verbruggen harus sigap menepis tembakan João Palhinha di lanjutannya.

Semakin jelas bahwa Spurs membutuhkan keajaiban untuk meraih poin penuh dan Simons memberikan hal itu saat ia memotong ke dalam menggunakan kaki kanan andalannya di pinggir kotak penalti lalu melepaskan tembakan keras yang bersarang setelah membentur tiang.

Spurs harus bertahan keras di menit menit akhir tapi mereka dilanda pukulan telak di menit ke 95 ketika pengganti Rutter dibiarkan bebas di kotak penalti untuk menyapu bola masuk sebagai penyeimbang yang pasti disambut sorak sorai keras di Nottingham dan East London karena itu memastikan tim De Zerbi bertahan di zona bawah dengan hanya lima laga tersisa.