Shakhtar Dinobatkan sebagai Juara Ukraina saat Arda Turan Raih Gelar di Musim Perdana
Kemenangan ini menandai gelar Ukraina ke-16 bagi Shakhtar Donetsk, yang mengukuhkan posisi klub sebagai tim paling sukses kedua sepanjang sejarah sepak bola Ukraina, hanya tertinggal satu gelar liga dari pemegang rekor FC Dynamo Kyiv (17 gelar).
Dengan liga yang sudah diamankan, Shakhtar bersiap kembali ke UEFA Champions League, dan kemungkinan besar klub ini akan lolos langsung ke fase grup, sehingga terhindar dari putaran kualifikasi.
Ini menjadi musim perdana yang luar biasa bagi pelatih kepala Arda Turan, mantan pemain Atletico Madrid dan Barcelona yang kini menonjol sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa setelah meraih gelar liga kedua dalam karier kepelatihannya, usai sebelumnya membawa Eyupspor juara di kasta kedua Turki.
Baca lebih lanjut: Turan bahas soal melatih Shakhtar, bermain bareng Messi dan lainnya!
"Saya ucapkan selamat kepada para pemain kami, pelatih kepala Arda Turan, serta para penggemar setia atas kemenangan di kejuaraan Ukraina," kata Sergey Palkin, CEO Shakhtar, terkait pencapaian tersebut.
Musim ini telah berlangsung panjang dan penuh tantangan bagi kami semua, dan kami bangga menyaksikan kilau emas medali yang menyatu dengan warna oranye-hitam Shakhtar.
"Gelar ini merupakan buah dari kerja keras, ketangguhan, kebersamaan, serta keyakinan. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada siapa saja yang mendukung klub sepanjang musim, termasuk Presiden klub Rinat Akhmetov, tim, staf, dan para suporter di seluruh dunia," tambahan beliau.
Klik di sini untuk wawancara dengan CEO Shakhtar Palkin
Musim Shakhtar dimulai dengan sejumlah transfer keluar penting, di mana dua pemain utama bergabung dengan klub baru. Kevin menuju Fulham di Premier League, sementara Georgiy Sudakov dilepas ke Benfica di Portugal.
Pemain asal Brasil lagi-lagi menjadi tulang punggung klub sepanjang kompetisi liga, dengan sebanyak 12 orang tampil untuk Shakhtar di ajang domestik maupun Eropa musim ini.
Klub ini tampil mengesankan di UEFA Conference League, finis di posisi keenam fase liga, sebelum melaju hingga semifinal di mana mereka tersingkir setelah kalah agregat 5-2 dari Crystal Palace.
Di kompetisi liga domestik, mereka hanya menelan satu kekalahan saja dan mencetak gol jauh lebih banyak dibanding klub mana pun dalam kampanye yang begitu mendominasi.