Samson Adamu Ajak Afrika Timur Ubah Pola Pikir Jelang Piala AFCON 2027

Samson Adamu Ajak Afrika Timur Ubah Pola Pikir Jelang Piala AFCON 2027

Kenya, Uganda, serta Tanzania menjadi tuan rumah bersama turnamen CHAN yang dijadwalkan ulang, melibatkan tim nasional yang terdiri dari pemain aktif di liga lokal masing-masing, pada Agustus 2025.

Maroko mengalahkan Madagaskar dengan skor 3-2 di final yang digelar di Stadion Kasarani, meraih gelar CHAN ketiga mereka dalam enam tahun terakhir. Ini juga menjadikan mereka tim paling sukses dalam sejarah kompetisi, unggul satu gelar dari dua gelar DR Congo.

Ketiga negara kini bersiap menjadi tuan rumah bersama Piala AFCON 2027 dari 19 Juni hingga 18 Juli, yang akan menjadi yang pertama kali diselenggarakan oleh tiga negara, dan yang pertama dalam lima dekade di wilayah CECAFA, sejak Ethiopia menjadi tuan rumah pada 1976.

Menjelang acara tersebut, para pemimpin dari pemerintah, CAF, serta negara tuan rumah PAMOJA menyampaikan pesan kuat tentang komitmen, persatuan, dan kesiapan selama lokakarya CAF AFCON 2027 di Kampala, menetapkan nada untuk tahap persiapan berikutnya dengan ambisi bersama untuk menghadirkan turnamen bersejarah dan transformatif bagi Afrika Timur.

Kita Harus Hindari Perbandingan

AFCON merupakan peluang besar bagi kawasan ini untuk menunjukkan kemampuan dan persatuan. AFCON di Maroko menghasilkan investasi dan nilai langsung sebesar 1.8 miliar dolar, dan ini menunjukkan potensi dampaknya, ujar Adamu di Kampala.

CHAN memberikan pelajaran berharga, namun AFCON adalah turnamen yang sama sekali berbeda dengan skala, harapan, dan persyaratan yang lebih besar. Kita harus mengadopsi pola pikir baru dan hindari perbandingan.

Adamu menambahkan: Kita tinggal satu tahun lagi, dan waktu sangat terbatas. Yang bisa ditunda sebelumnya tidak bisa lagi ditunda sekarang. Setiap saat sangat berharga. Dari pertemuan ini, peran dan tanggung jawab harus jelas, serta tonggak pencapaian ditetapkan dengan baik. Struktur yang kuat dan dukungan pemerintah sangat penting.

Adamu juga meyakinkan Afrika Timur bahwa Presiden CAF Patrice Motsepe mendukung penyelenggaraan turnamen di kawasan ini.

Presiden CAF dan organisasi percaya pada proyek ini, jelas Adamu. Kita berhasil bersama dan menghadapi tantangan bersama.

Kita harus bekerja sama erat, berbicara jujur, dan fokus pada hasil yang kuat. Ini peluang besar bagi kita semua. Kita tidak boleh gagal. Saya tidak akan membiarkan kita gagal.

AFCON 2027 yang Terbaik Sepanjang Sejarah

Presiden Federasi Sepak Bola Uganda (FUFA) Moses Magogo menyatakan: Acara-acara ini sebelumnya diadakan di kawasan lain Afrika, tapi bukan di Afrika Timur. Yang kurang adalah kesempatan dan pengalaman, bukan kemampuan.

Sekarang kita punya kesempatan, dan kita akan belajar dari Konfederasi Sepak Bola Afrika yang punya pengalaman luas dalam menyelenggarakan AFCON. Ini kesempatan bagi Komunitas Afrika Timur.

Pemimpin kami tekankan integrasi kawasan, dan sepak bola menyatukan Afrika Timur. Ini peluang untuk memperkuat dan memperdalam komunitas kami.

Magogo menambahkan: Kami siap belajar, meningkatkan, dan menyampaikan hasil terbaik. Di mana kami kurang selama CHAN, kami akan perbaiki. Tujuan kami adalah menjadikan Afrika Timur sebagai tuan rumah terbaik yang pernah dimiliki Afrika.

Presiden Federasi Sepak Bola Kenya (FKF) Hussein Mohammed mengatakan: Apa yang terjadi setelah 2027 akan mendefinisikan kami. Warisan yang kita tinggalkan untuk generasi mendatang sangat krusial. Ini membutuhkan pengorbanan, jam kerja lebih panjang, dan komitmen di luar kepentingan pribadi.

Ini kehormatan menjadi bagian dari proses ini. Saya jamin kepada semua pemangku kepentingan bahwa kami akan lakukan segala kemungkinan untuk menjadikan AFCON 2027 yang terbaik sepanjang sejarah.

Presiden Federasi Sepak Bola Tanzania (TFF) Wallace Karia menjanjikan kepada badan Afrika bahwa tugas-tugas tersisa akan diselesaikan akhir Desember.

Kami tidak akan mengecewakan, ujar Karia. Kami akan ambil panduan dengan serius dan bergerak dengan urgensi.

Kita harus selesaikan semua tugas kunci sebelum akhir Desember agar periode tersisa digunakan untuk persiapan akhir.

Delegasi CAF yang dipimpin Adamu berada di Uganda untuk memberikan pembaruan tentang prioritas penyampaian untuk tahap persiapan berikutnya kompetisi ini.

Pertemuan pembuka ini mencerminkan tekad kolektif CAF dan tiga negara tuan rumah PAMOJA untuk bekerja sama erat dan dengan tujuan yang jelas saat persiapan semakin intens.