Pemain Cape Verde Menuju Piala Dunia Diselidiki atas Dugaan Pemerkosaan Saat Seri FIFA
Michael Burgess dari New Zealand Herald melaporkan pada hari Minggu bahwa seorang pemain tim nasional Cape Verde yang identitasnya dirahasiakan diduga melakukan pemerkosaan terhadap seseorang setelah pertandingan Seri FIFA melawan Chile pada tanggal 27 Maret di Auckland. Kejadian itu konon berlangsung di hotel latihan tim Cape Verde beberapa jam setelah kekalahan 4-2 mereka di Eden Park.
Polisi Selandia Baru mengonfirmasi bahwa "sebuah tuduhan sedang dalam penyelidikan yang dilaporkan kepada kami pada 10 April 2026 di pusat kota Auckland. Kami tidak bisa memberikan komentar lebih lanjut saat ini," tulis Herald.
Menurut Burgess, pemain Cape Verde yang dimaksud dijadwalkan dipanggil untuk Piala Dunia FIFA pertama bagi negaranya bulan depan.
Korban mengaku "berjuang untuk bertahan" setelah kejadian tersebut, kata sumber dekatnya kepada New Zealand Herald.
Ketika ditanya oleh surat kabar Selandia Baru, FIFA yang konon tidak mengetahui perkara ini menolak memberikan tanggapan tentang kasusnya, juga tidak mau menyatakan apakah akan memulai penyelidikan sendiri dengan alasan "masih terlalu dini" untuk itu. Asosiasi sepak bola Selandia Baru dan Cape Verde pun enggan berkomentar, sementara FIFA menyebut telah menghubungi FA Selandia Baru sebagai tuan rumah asosiasi anggota Seri FIFA.
Cape Verde meraih tiket ke Piala Dunia FIFA perdana mereka usai memuncaki grup kualifikasi bersama Cameroon, Libya, Angola, Mauritius, dan eSwatini.
Pada ajang yang digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, Cape Verde tergabung di Grup F bersama Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi.