Pelatih Tunisia Sabri Lamouchi Akui Kekalahan Telak dari Swedia di Piala Dunia Sangat 'Menyakitkan'

Pelatih Tunisia Sabri Lamouchi Akui Kekalahan Telak dari Swedia di Piala Dunia Sangat 'Menyakitkan'

Yasin Ayari, Alexander Isak, Viktor Gyokeres, dan Mattias Svanberg sukses mencetak gol saat Swedia menghancurkan tim Afrika Utara dalam laga Grup F yang digelar di Stadion Monterrey, Meksiko.

Ayari, yang ayahnya lahir di Tunisia, memecah kebuntuan di Stadion Monterrey dengan tembakan keras dari luar kotak penalti sebelum Isak menggandakan keunggulan melalui pergerakan memukau dan umpan dari rekan serangannya, Gyokeres.

Tim asuhan Lamouchi sempat bangkit setelah Omar Rekik menyundul umpan cantik Hannibal Mejbri untuk gol internasional pertamanya.

Namun, babak kedua sepenuhnya milik Swedia yang melihat Isak dan penyerang Arsenal, Gyokeres, mencetak gol untuk menjadikan skor 4-1, sebelum Mattias Svanberg menggandakan keunggulan tak lama setelah masuk, dan Ayari menuntaskan kemenangan telak tersebut.

Lamouchi merasa frustrasi saat peluit akhir berbunyi dan mengakui timnya tidak mampu bangkit setelah melakukan kesalahan yang membuat Swedia leluasa mengamankan kemenangan.

Tunisia Banyak Melakukan Kesalahan

“Ini kekalahan yang berat. Sangat menyakitkan,” ujar Lamouchi seperti dikutip dari FIFA.com seusai pertandingan. “Memulai kompetisi dengan kekalahan seburuk ini memang sulit...

“Dengan pemain kelas dunia yang kami miliki pada dua penyerang Swedia, itu adalah sesuatu yang tidak bisa Anda pulihkan. Kami membuat terlalu banyak kesalahan... Kami punya harga diri. Kami perlu bereaksi. Kami harus memberikan penampilan yang lebih baik.”

Pelatih Swedia, Graham Potter, memuji kemenangan ini kepada para pemain individu dalam skuadnya sambil mengakui timnya belum sempurna.

“Secara individu, tentu mereka (Isak dan Gyokeres) adalah pemain top, tapi saya pikir bersama-sama mereka bisa menjadi ancaman nyata. Saya yakin mereka akan semakin baik seiring lebih sering bermain; mereka saling melengkapi dengan sangat baik,” kata Potter.

“Saya sangat senang dengan para pemain. Kami tahu kualitas individu di posisi depan, tetapi mereka membutuhkan tim yang berfungsi. Kami tidak sempurna; kami tahu itu. Tapi di awal pertandingan, saya pikir kami memiliki kendali yang baik.”

Tunisia Akan Hadapi Jepang Selanjutnya

Tunisia telah lolos ke Piala Dunia FIFA sebanyak tujuh kali (1978, 1998, 2002, 2006, 2018, 2022, dan 2026). Meski berhasil mencapai babak final turnamen, mereka tidak pernah melaju melewati babak grup.

Namun, mereka memiliki tempat bangga dalam sejarah sebagai negara Afrika dan Arab pertama yang memenangkan pertandingan Piala Dunia.

Pada edisi 2022 di Qatar, Tunisia menjalani kampanye penuh semangat, menahan imbang Denmark 0-0 dan menderita kekalahan tipis 1-0 dari Australia. The Carthage Eagles kemudian menciptakan salah satu kejutan terbesar turnamen dengan mengalahkan juara bertahan, Prancis, 1-0.

Meski meraih kemenangan bersejarah, mereka tersingkir karena selisih gol.

Tunisia kini akan berusaha memenangkan dua pertandingan tersisa untuk memiliki peluang lolos ke babak grup. Mereka selanjutnya akan menghadapi Jepang pada 21 Juni, sebelum menyelesaikan laga grup melawan Belanda pada 25 Juni.