Pelatih Migne: Haiti Patut Bangga dengan Performa Meski Ditaklukkan Skotlandia

Pelatih Migne: Haiti Patut Bangga dengan Performa Meski Ditaklukkan Skotlandia

Haiti tampil di putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1974. Mereka harus mengakui keunggulan Skotlandia lewat gol John McGinn di babak pertama. Meski demikian, Haiti mampu memberikan perlawanan sengit di sisa laga. Frantzdy Pierrot nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulannya yang hanya meleset tipis pada menit ke-85, dan kembali mengancam pada masa injury time.

Brasil dan Maroko masih menanti Haiti di Grup C, sehingga peluang mereka untuk maju memang berat. Meski begitu, Migne menegaskan bahwa anak asuhnya terbiasa melalui jalan sulit.

"Ketika bertanding, tujuan utama kami adalah meraih kemenangan," kata Migne kepada para jurnalis. "Di satu sisi, saya amat bangga dengan performa anak-anak malam ini. Mereka menunjukkan permainan yang sangat baik, dengan sepakbola yang menarik."

Mengingat perjalanan kami ke sini, kami berhasil menjawab tantangan. Namun kegagalan untuk menang sedikit membuat kecewa.

Migne menekankan pentingnya sikap pantang menyerah. Ia menyebut perjalanan di babak kualifikasi ketika Haiti baru dipastikan lolos setelah laga terakhir kontra Nikaragua.

"Bagi Haiti, segalanya tidak pernah gampang," lanjutnya. "Jika kami ingin melaju, pasti akan penuh perjuangan, bahkan mungkin baru akan diketahui pada detik-detik terakhir laga ketiga."

Langkah Haiti berikutnya adalah melawan Brasil yang telah lima kali menjadi juara dunia, kemudian menantang Maroko pada partai penutup grup.

"Kami menunjukkan beberapa hal yang cukup bagus, namun level persaingan sangat ketat. Satu kesalahan saja bisa berakibat fatal," ujar juru taktik berumur 53 tahun itu.

Kami bisa dihukum karenanya.

"Kami kekurangan spontanitas dalam pergerakan dan kombinasi, serta kerap salah dalam mengambil keputusan," tuturnya. "Kami wajib mencetak gol bila ingin punya kans untuk maju."