Mengapa Studi Internasional Sebut Penggemar Bafana Bafana Paling Sulit ke Piala Dunia 2026
Setiap pendukung Bafana Bafana yang pernah berusaha memesan tiket pesawat, tiket laga, serta mengurus visa, tentu saja akan mengangguk setuju pada peringkat GIGAcalculator terkait negara negara berdasarkan biaya riil untuk menyaksikan fase grup, yang memadukan ongkos penerbangan dan perjalanan dengan lama perjalanan rata rata plus tingkat kesulitan pengajuan visa.
Haiti dan Iran tidak masuk dalam daftar tersebut karena adanya batasan perjalanan yang sedang diberlakukan.
Afrika Selatan menduduki urutan pertama dari 38 negara yang datanya tersedia, dengan nilai kesulitan 9.53 dari 10, unggul atas Uzbekistan (9.18) dan Pantai Gading (8.86).
Angka untuk Afrika Selatan mencakup biaya tiket pulang pergi rata rata sebesar R27,053 dari Johannesburg untuk satu laga grup, durasi perjalanan rata rata 19.3 jam (tidak ada penggemar yang harus menempuh lebih lama), skor kesulitan visa tertinggi yaitu 20, serta ongkos tiket pertandingan untuk seluruh laga sebesar R8,759, yang mungkin termasuk murah hati.
Berdasarkan skala dan temuan penelitian ini, tidak ada suporter yang lebih berat jalannya menuju Piala Dunia ketimbang pendukung Bafana Bafana.
Afrika Selatan akan menghadapi tuan rumah bersama Meksiko pada pembuka turnamen di Mexico City tanggal 11 Juni, lalu bertemu Republik Ceko di Atlanta pada 18 Juni. Setelah itu mereka kembali ke Meksiko untuk melawan Korea Selatan di Monterrey pada 24 Juni.
Sisanya sepuluh besar adalah Tunisia (8.67), Mesir (8.54), Argentina (8.50), Qatar (8.45), Ghana (8.15), Yordania (8.05) dan Paraguay (8.05).
Perlu dicatat bahwa data tidak mencakup Republik Demokratik Kongo atau negara negara lain yang lolos pada jendela FIFA Maret, tapi Maroko menjadi tim Afrika terbaik dalam hal kemudahan di skala ini, dengan nilai kesulitan 6.03.
Menurut penelitian tersebut, perjalanan paling ringan akan ditempuh oleh penggemar dari Prancis (2.99), Norwegia (3.43), Inggris (3.81), Kolombia (4.00) dan Jerman (4.85).