McTominay Siap Tempur untuk Laga Perdana Skotlandia di Piala Dunia Melawan Haiti, Ujar Clarke
"Dia dalam kondisi prima dan siap bertanding," ujar Clarke saat ditanya soal kebugaran pemain Napoli tersebut, yang merupakan bintang utama Skotlandia.
McTominay, yang kini berusia 29 tahun, baru saja melewati musim gemilang dengan mencetak 14 gol di semua kompetisi untuk klub yang finis sebagai runner-up Serie A itu.
Ia telah menjadi ikon di Skotlandia sejak gol tendangan salto spektakulernya yang menentukan kemenangan 4-2 atas Denmark pada November lalu, yang memastikan tiket negaranya ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998.
Akan tetapi, Clarke tidak ingin membebani mantan pemain Manchester United yang serba bisa ini dengan tekanan berlebih menjelang laga pembuka Grup C di Boston.
"Saya pikir saya memiliki 26 pemain super di sini. Mencoba menaruh semua beban pada satu orang itu tidak adil. Kami membangun segalanya selama tujuh tahun terakhir berdasarkan tim, kebersamaan, dan setiap orang berperan pada momen tertentu," tutur Clarke.
McTominay telah dimainkan di berbagai posisi bersama Skotlandia, tetapi di Piala Dunia ini ia akan berperan sebagai gelandang serang.
"Ada pelatih konyol yang menempatkannya sebagai bek tengah lima tahun lalu, padahal jelas ia bukan pemain bertahan," tambah Clarke.
'Jangan Sampai Dipermalukan'
"Sejak ia bergerak lebih ke depan, ia tampil luar biasa untuk kami. Kami sangat senang dengan kemampuan Scott dan apa yang bisa ia berikan kepada tim, tetapi kami juga butuh 15 pemain lain yang bisa melakukan hal serupa jika ingin turnamen ini berjalan positif."
Skotlandia perlu memulai dengan baik jika ingin lolos dari fase grup Piala Dunia untuk pertama kalinya, mengingat lawan selanjutnya adalah Maroko dan Brasil yang masing-masing menduduki peringkat ketujuh dan keenam dunia.
Keberhasilan mencapai turnamen ini merupakan kelanjutan dari pencapaian Skotlandia yang berhasil tampil di dua Kejuaraan Eropa terakhir, meskipun keduanya berakhir dengan kegagalan di fase grup tanpa meraih satu pun kemenangan.
"Dua turnamen terakhir tidak berjalan sesuai harapan, tapi kami mendapat kesempatan lain, dan itu adalah bukti bahwa para pemain terus lolos ke turnamen besar. Sangat menyenangkan bisa berada di sini, tapi kami juga ingin melakukan sesuatu yang istimewa," kata Clarke.
Pelatih veteran berusia 62 tahun ini telah menjabat sejak 2019 dan bulan lalu menandatangani perpanjangan kontrak hingga 2030.
Ia ditanya tentang pelajaran apa yang bisa dipetik timnya dari awal kampanye di dua Piala Eropa terakhir, termasuk pada 2024 saat mereka dihancurkan 5-1 oleh tuan rumah Jerman di laga pembuka turnamen.
"Soal Jerman mudah, jangan sampai dipermalukan," candanya.
"Cara kami memulai turnamen itu, kami mengecewakan diri sendiri, dan kemudian perasaan buruk itu menghantui kami sepanjang turnamen."