Matthias Jaissle Menikmati Kemenangan Bersejarah Usai Al Ahli Pertahankan Gelar Liga Champions Asia
Al Ahli mempertahankan gelar meski bermain di babak akhir pertandingan hanya dengan 10 pemain setelah Zakaria Hawsawi dikartu merah, dengan Feras Al-Brikan mencetak gol penentu kemenangan di babak tambahan waktu.
Saya sangat bangga dengan pencapaian tim, bagaimana setiap pemain berkomitmen penuh sepanjang perjalanan ini kata pelatih asal Jerman itu yang menjadi pelatih pertama memenangkan gelar berturut-turut sejak era Liga Champions Asia dimulai pada 2002.
Musim ini terasa istimewa karena kami harus mengatasi lebih banyak rintangan di sepanjang jalan
Kesuksesan gelar ini membuat Al Ahli menyamai prestasi rival sekota Al Ittihad yang memenangkan trofi pada 2004 dan 2005, dan Jaissle mengakui bahwa timnya mendapat keuntungan dari turnamen final yang digelar di markas klub sendiri.
Tentu saja bagian dari kemenangan ulang ini karena kami bermain di Jeddah di depan fans kami yang mendorong dan memberi energi ekstra ujarnya. Untuk memenangkannya secara berturut-turut adalah sesuatu yang bersejarah.
Rasanya agak aneh. Tenaga saya sudah hampir habis. Begitu lega karena tekanan yang besar. Butuh beberapa hari agar ini meresap tapi kami masih punya pertandingan di liga dan ingin maju melampaui tim-tim di depan kami
Al-Brikan Cetak Gol di Babak Tambahan Waktu Usai Kartu Merah Hawsawi
Al Ahli menghadapi lawan Jepang di final untuk kedua kalinya berturut-turut setelah mengalahkan Kawasaki Frontale tahun lalu, dan tim Jaissle kesulitan menembus pertahanan tim Go Kuroda yang terorganisir dengan baik.
Machida memasuki laga penentu di Stadion Kota Olahraga Raja Abdullah setelah hanya kebobolan tujuh kali dalam 12 pertandingan kompetisi dan menjaga empat clean sheet berturut-turut di babak gugur,
Kiper Kosei Tani dipanggil untuk menahan tembakan Galeno dan Merih Demiral membentur mistar gawang sementara tim Jepang nyaris tak mengancam di ujung lapangan lainnya.
Hal itu berubah hingga Hawsawi dikartu merah pada menit ke-68 karena menabrak kepala Tete Yengi di hadapan wasit Ilgiz Tantashev dan wasit asal Uzbekistan itu tak ragu mengusir bek sayap tersebut.
Sementara Machida semakin dominan dengan keunggulan satu pemain, justru Al Ahli yang mencetak gol penentu pada menit ke-96 ketika Al-Brikan menyundul dari jarak dekat setelah Franck Kessie menyundul umpan silang Riyad Mahrez.
Kami tahu kami menghadapi lawan yang sangat disiplin saat kehilangan bola kata Jaissle. Kami punya peluang mencetak gol tapi menjadi lebih sulit setelah Hawsawi dikartu merah karena aksi yang tak perlu.Tapi kami tunjukkan mentalitas yang tepat dan para pemain tetap percaya diri yang membuat saya begitu bangga sebagai pelatih.
Kami membahasnya saat istirahat bahwa dengan satu pemain kurang kami harus menderita lebih banyak dan bekerja lebih keras. Namun kami punya pemain berkualitas yang bisa memanfaatkan satu momen krusial