Inter Raih Coppa Italia Setelah Kalahkan Lazio untuk Lengkapi Prestasi Domestik Ganda
Meskipun secara teknis tidak ada taruhan apa pun dalam pertemuan kedua tim hanya empat hari sebelumnya Inter berhasil meraih kemenangan dominan 3 banding 0 di lokasi yang sama ini yang pasti memberikan keuntungan semangat bagi mereka menjelang acara utama ini.
Selain beberapa tantangan ceroboh di awal pertandingan juara Serie A ini tampak nyaman dalam menguasai permainan sebelum akhirnya unggul pada menit ke 14.
Tendangan sudut dari Federico Dimarco menyentuh ringan Marcus Thuram di tiang dekat menyebabkan bola memantul dari kepala Adam Marusic dan masuk ke gawang.
Tanpa pelatih Maurizio Sarri di pinggir lapangan tapi didukung sorak sorai dari penonton yang secara efektif menjadi tuan rumah yang selama sebagian besar musim ini absen sebagai bentuk protes terhadap manajemen klub Lazio berusaha membalas tapi seringkali terhenti sebelum melewati lini tengah.
Tekanan tanpa henti dari Inter menjadi kunci dalam gol kedua yang kejam terjadi ketika Nuno Tavares dirampas bola di sisi kanan oleh Denzel Dumfries yang tetap tenang dan mengoper bola melintasi mulut gawang untuk Lautaro Martínez menyentuhnya masuk.
Lazio tampak kehilangan semangat untuk sisa babak pertama tapi bangkit setelah istirahat dan hampir menyamakan kedudukan ketika Tijjani Noslin melepas tembakan yang sedikit melenceng.
Inter juga tajam dalam serangan balik dengan Luis Henrique entah bagaimana mengirim bola tinggi ke atas gawang setelah dipilih oleh Dimarco sebelum Piotr Zieliński memotong bola melewati tiang dari tepi kotak penalti.
Boulaye Dia sempat memaksa Josep Martínez melakukan penyelamatan dalam upaya memicu akhir yang tegang tapi kiper Spanyol itu mengatasi ancaman dan membawa timnya menuju kemenangan yang mudah.
Inter menjadi tim pertama yang memenangkan Serie A dan Coppa Italia dalam satu musim sejak Juventus pada 2017/18 mengubah dua pertandingan tersisa mereka menjadi lapisan kehormatan simbolis setelah musim pertama yang sukses di bawah kepemimpinan Cristian Chivu.
Sementara itu Lazio gagal dalam satu kesempatan terakhir mereka untuk lolos ke kompetisi Eropa musim depan dan kini akan fokus menghindari finis di paruh bawah klasemen untuk pertama kalinya dalam 16 tahun.