FEMAFOOT Pilih Pelatih Lokal untuk Timnas Mali Usai Tom Saintfiet Mundur
Pelatih asal Belgia yang menggantikan Eric Chelle pada 2024 itu meninggalkan jabatannya setelah hampir dua tahun memimpin timnas Mali.
Selama menjabat, Saintfiet yang pernah melatih Namibia, Zimbabwe, Ethiopia, Malawi, Togo, dan Gambia mencatatkan sembilan kemenangan, enam hasil imbang, serta hanya dua kekalahan dari 17 pertandingan resmi.
Ia juga membawa Mali hingga perempat final Piala Afrika 2025, di mana mereka kalah dari Senegal yang akhirnya juara di Stadion Grand Tangier.
Dengan empat bulan lagi masa kontraknya, pria berusia 53 tahun itu memutuskan untuk pergi, meskipun laporan menyebutkan ia mungkin dipaksa mundur karena gagal membawa Mali lolos ke Piala Dunia FIFA 2026 dan tak mencapai semifinal AFCON terakhir.
Namun, sumber terpercaya dari Federasi Sepak Bola Mali yang berbicara tanpa menyebut nama kepada Flashscore menyatakan bahwa keputusan Saintfiet dipaksakan akibat preferensi Mahazou Baba Cisse untuk menunjuk pelatih lokal daripada asing.
Sumber itu juga mengklaim bahwa pelatih asal Belgia tersebut sudah diberi tahu situasi ini saat Cisse menjabat.
Cisse terpilih sebagai presiden baru FEMAFOOT tanpa saingan pada 16 April 2025, dalam pemilihan yang diawasi perwakilan FIFA, CAF, dan WAFU-A.
Meskipun lowongan untuk pengganti Saintfiet sudah dibuka, laporan menunjukkan Mali cenderung memilih bek internasional lama Fousseni Diawara.
Bek kanan mantan Saint-Etienne dan Ajaccio itu kini dianggap sebagai kandidat utama, setelah sebelumnya menangani tim U23 Mali dan menjadi asisten pelatih tim senior.
Saat ini ia bekerja sebagai asisten pelatih timnas sepak bola Guinea.
Pelatih Mali terakhir yang menangani tim senior adalah Chelle, yang dipecat usai hasil imbang tanpa gol melawan Madagascar yang main dengan 10 pemain di kualifikasi Piala Dunia di Johannesburg.