Christian Roldan Ungkap Tim AS Harus Lebih Cerdik Hadapi Piala Dunia

Christian Roldan Ungkap Tim AS Harus Lebih Cerdik Hadapi Piala Dunia

Pada hari Jumat, AS akan memulai kampanye mereka melawan tim Amerika Selatan yang sangat berpengalaman. Mereka berada di bawah tekanan untuk menjadi pemuncak grup yang juga berisi Australia dan Turki.

Setelah kekalahan dalam laga uji coba melawan Jerman pada hari Sabtu, pelatih Mauricio Pochettino mendorong anak asuhnya untuk belajar bermain tepat di batas aturan. Roldan menggemakan pesan tersebut di kamp latihan tim pada hari Selasa.

Saya pikir itu adalah satu hal yang pasti bisa kami tingkatkan, katanya kepada AFP.

Saya rasa kami harus lebih cerdik, menyadari bahwa terkadang terlalu jujur bisa menjadi kelemahan besar bagi kami.

Kita perlu lebih pintar dalam mengelola pertandingan, cara mengambil pelanggaran, atau berbaring lebih lama di lapangan, Anda tahu?

AS baru-baru ini menghadapi Paraguay dalam laga persahabatan pada bulan November. Meskipun AS menang 2-1, pertandingan sengit itu berakhir dengan perkelahian di waktu tambahan.

Australia dan Turki juga diprediksi akan memberikan tantangan berat bagi tuan rumah bersama. Namun kenangan akan pertandingan melawan Paraguay saat ini masih segar di benak para pemain AS.

Saya pikir ini adalah hal-hal yang bisa kita pelajari dari negara lain, tetapi Paraguay melakukannya dengan sangat baik, kata Roldan mengenai gaya konfrontatif dan cerdik dari lawan tersebut.

AS harus cerdas agar tidak berlebihan, dan tidak terpancing dengan apa yang mereka lakukan. Sangat penting bagi kami untuk bisa mengelola pertandingan, ujarnya.

Roldan yang berusia 31 tahun adalah salah satu pemain paling berpengalaman dalam skuad 26 pemain AS. Mereka semua berlatih bersama untuk pertama kalinya di base camp pada hari Selasa.

Gelandang bertahan Seattle Sounders yang telah mengoleksi 47 caps sejak debutnya pada 2017 ini diperkirakan tidak akan menjadi starter bagi AS pada hari Jumat.

Namun ia mengatakan bahwa ia melihat perannya sebagai pemain yang bisa memberikan intensitas tambahan jika diperlukan, bagi tim AS yang memiliki kemampuan teknis dan daya serang lebih baik dibanding Piala Dunia sebelumnya.

Kedengarannya lucu, tapi menjadi anjing di lapangan, kan? kata Roldan soal perannya.

Pada akhirnya, itulah yang membawaku ke sini, menjadi intens. Pastikan aku bisa memberi energi pada seluruh tim.

Jika saya tidak masuk starting lineup, pertanyaannya adalah bagaimana saya bisa membantu rekan-rekan di luar lapangan, atau bahkan saat jeda?

Tapi saya benar-benar yakin bahwa intensitaslah yang membawa saya ke sini, dan saya harus terus melakukannya.