CEO Juventus Tegaskan Yildiz Tidak Dijual, Klub Bersiap Melepas Pemain Lain

CEO Juventus Tegaskan Yildiz Tidak Dijual, Klub Bersiap Melepas Pemain Lain

Juve finis di posisi keenam Serie A dan akan berlaga di Liga Europa musim depan setelah gagal lolos ke Liga Champions.

Comolli mengatakan klub harus menyesuaikan rencana transfer setelah musim yang mengecewakan, namun menegaskan bahwa dirinya sejalan dengan pemilik John Elkann dan pelatih Luciano Spalletti mengenai perubahan yang diperlukan.

"Kami harus menjual satu pemain lebih banyak dari yang direncanakan. Keduanya sepakat bahwa itu masuk akal," ujar pria asal Prancis itu kepada harian Italia la Repubblica.

"Ini bukan berarti kami akan melemah: setiap pemain yang dijual akan digantikan oleh pemain dengan level setara, jika tidak lebih tinggi."

Ketika ditanya tentang menjual pemain muda berbakat Yildiz, Comolli bersikap tegas: "Tentu tidak," katanya.

Ia mengakui masih ada ketidakpastian mengenai masa depan Vlahovic.

"Kami ingin melanjutkan, hanya saja saya tidak tahu bagaimana caranya. Dia bilang kepada kami, bertemu di akhir musim. Itu saja," ujar Comolli.

Comolli mengambil tanggung jawab atas performa klub yang kurang memuaskan, namun menekankan bahwa hubungannya dengan Spalletti tetap kuat, serta membantah spekulasi ketegangan di antara mereka.

"Itu tidak benar. Hubungan saya dengan Luciano konstan dan positif, juga secara pribadi," katanya.

"Kami baru bekerja bersama selama tujuh bulan, kami tidak saling kenal sebelumnya, tetapi saya yang merekomendasikan namanya karena saya yakin dia adalah orang yang tepat. Itulah sebabnya saya bersikeras untuk memperpanjang kontraknya tanpa menunggu hingga akhir musim."

Ia menguraikan rencana pembangunan kembali selama tiga hingga lima tahun, dengan mengatakan Juve berkomitmen pada proyek jangka panjang namun menghadapi tekanan untuk memberikan hasil lebih cepat.

Secara finansial, gagal lolos ke Liga Champions berdampak signifikan.

Menurut Calcio e Finanza, Juve diperkirakan akan meraih sekitar 14,6 juta euro ($16,99 juta) dari Liga Europa, dibandingkan dengan perkiraan 42,6 juta euro dari kompetisi papan atas Eropa.

Kekurangan tersebut, ditambah dengan penyesuaian skuad menjelang musim depan, berarti kesuksesan instan tidak dapat dijamin.

"Tujuan kami adalah menempatkan tim dalam posisi untuk menang," ujarnya.

"Kami tidak tahu kapan itu akan terjadi, tidak mungkin dalam lima tahun, tetapi saya tidak bisa mengatakan apakah itu tahun depan atau tahun berikutnya, itu juga tergantung pada rencana para pesaing."