Bek Denmark yang menghapus Ronaldo menutup babak karier timnas
Bek berusia 33 tahun itu membahas keputusannya dalam wawancara dengan media Denmark Politiken, di mana ia mengatakan bahwa ia telah banyak memikirkan keputusan tersebut belakangan ini.
"Dan saya selalu ingin berhenti pada waktu yang tepat. Bagi saya, sekarang adalah saat yang alami", ujar Vestergaard.
Pelatih timnas Denmark Brian Riemer yakin bahwa bek tengah itu memiliki karakter dan kepribadian yang kuat. Selain itu, pelatih timnas menyoroti kualitas "jelas dan stabil" Vestergaard di lapangan.
Kejuaraan Eropa 2021, di mana Denmark mencapai semifinal, merupakan tonggak dalam karier timnas Vestergaard, kata Riemer, yang juga mengingat kemenangan Denmark atas Portugal di Liga Bangsa Bangsa pada 2025.
Riemer menunjukkan bahwa Vestergaard berhasil menjaga bintang super Cristiano Ronaldo agar tidak berbuat apa-apa dalam kemenangan 1-0 di Parken pada Liga Bangsa Bangsa.
Ia "menghapus" Ronaldo pada hari itu, yakin Riemer.
Vestergaard absen setelah operasi selangkangan dalam dua laga playoff Denmark untuk lolos ke Piala Dunia musim panas ini pada awal Maret.
Denmark kalah dalam laga penentu tandang melawan Republik Ceko, dan dengan demikian Vestergaard memilih untuk mengakhiri semuanya dengan dua tahun menjelang EURO 2028.
Ia tidak melihat dirinya sebagai bagian dari proyek yang telah dimulai dengan beberapa pemain baru dan muda, katanya kepada Politiken.
Pada musim gugur, Vestergaard menjadi bagian dari dua kualifikasi Piala Dunia yang mengecewakan melawan Belarus dan Skotlandia, di mana Denmark sebenarnya bisa mengamankan tiket ke final Piala Dunia.
Bek Leicester itu mengatakan bahwa waktu di timnas adalah kehormatan terbesar dan paling penting dalam kariernya dan hidupnya sejak debut pada 2013.
Vestergaard, yang bermain untuk Leicester sejak 2021, mencapai 59 pertandingan dengan seragam timnas Denmark.