Arteta Membungkam Kritik dengan Mengalahkan Guardiola yang Menjadi Inspirasi dalam Perebutan Gelar Liga Premier

Arteta Membungkam Kritik dengan Mengalahkan Guardiola yang Menjadi Inspirasi dalam Perebutan Gelar Liga Premier

Dua puluh dua tahun berlalu sejak masa kejayaan Arsenal tanpa kekalahan di bawah Arsene Wenger akhirnya tim tersebut berhasil meraih mahkota liga dan membuktikan visi Arteta yang dimulai saat ia diangkat menjadi pelatih pada dua ribu sembilan belas.

Arsenal mempertaruhkan nama mantan kapten mereka enam setengah tahun lalu meskipun ia belum pernah memimpin tim sebelumnya.

Namun Arteta mendapat kesempatan belajar terbaik saat bekerja sama dengan mentor lamanya yang kini menjadi saingan meraih gelar yaitu Pep Guardiola.

Saat Guardiola tiba di Manchester City sepuluh tahun lalu ia mencari pengalaman Arteta soal sepak bola Inggris serta kenalannya sejak bermain bersama di Barcelona.

Sebagai pemain dan pelatih ia telah menjadi inspirasi bagi saya dan dia adalah orang yang memutuskan untuk mempercayai saya dengan menempatkan saya sebagai asisten pelatih kata Arteta tentang Guardiola tahun lalu.

Saya akan selalu berterima kasih padanya karena tanpa itu saya tidak akan berada di posisi ini.

Tetapi berbeda dengan banyak pelatih modern lainnya Arteta tidak meniru gaya Guardiola saat membentuk tim yang berhasil mengalahkan mantan bosnya untuk merebut gelar.

Arteta tidak pernah benar benar mencapai level di Barcelona tetapi pengaruh selama karier bermainnya membentuk pandanganannya sebagai manajer.

Setelah singkat di Paris Saint Germain dan Rangers Arteta akhirnya menemukan tempat di Everton di bawah asuhan David Moyes.

Saya belajar darinya di lapangan dan di luar lapangan tentang membangun tim serta memilih karakter yang tepat untuk mewujudkan apa yang diinginkan ujar Arteta tentang Moyes.

Tim Arsenal yang dibangun di atas fondasi pertahanan solid dan didorong menuju gelar berkat kekuatan dari bola mati lebih mirip dengan pendekatan Moyes daripada filosofi Guardiola.

Indah untuk Disaksikan

Dalam pertemuan pertamanya dengan petinggi Arsenal Arteta dilaporkan menyajikan rencana lima tahap untuk mengembalikan klub ke puncak persaingan Liga Premier dan Eropa.

Ia cepat menunjukkan pengaruhnya ketika tujuh pemain termasuk bintang seperti Pierre Emerick Aubameyang dan Mesut Ozil dilepas demi menciptakan harmoni skuad yang lebih baik.

Kemenangan di Piala FA hanya beberapa bulan setelah ia menjabat memberinya waktu tambahan tetapi butuh enam tahun lagi untuk trofi berikutnya.

Pada musim pertamanya Arsenal finis di posisi delapan hasil terburuk dalam dua puluh lima tahun dan tidak membaik selama kampanye yang terganggu pandemi.

Setahun kemudian mereka gagal lolos ke Liga Champions setelah absen panjang karena runtuh di akhir musim dan finis kelima.

Bahkan ketika kemajuan besar tercatat lewat tiga finis berturut turut di posisi kedua kemampuan Arteta untuk membawa Arsenal melewati garis finis masih dipertanyakan.

Dengan membangun dari belakang ia sering dikritik karena terlalu konservatif dan ia harus menyeimbangkan gaya antusiasnya di pinggir lapangan.

Bahkan musim ini banyak yang yakin Arsenal kehilangan arah setelah empat kekalahan domestik beruntun pada Maret dan April yang mengakhiri minat mereka di Piala FA dan Piala Liga serta memberi Manchester City kesempatan kembali ke persaingan gelar.

Namun Arteta berhasil menstabilkan tim kali ini untuk mengakhiri musim dengan kuat mengalahkan para pengikut Guardiola dan mendekati musim terbaik dalam sejarah Arsenal.

Jika mereka mengalahkan Paris Saint Germain di final Liga Champions di Budapest pada tiga puluh Mei mereka akan menjadi juara Eropa untuk pertama kalinya.

Terkadang ketika awal lebih sulit hasil akhirnya justru lebih baik sehingga transformasi dan kegembiraan orang orang dapat dilihat kata Arteta menjelang laga kandang terakhir Arsenal musim ini melawan Burnley.

Itu adalah sesuatu yang indah untuk disaksikan.

Pria yang hampir selalu gagal itu akhirnya mendapat momen untuk dinikmati.