Pertarungan Hidup Mati Lawan Bayern yang Akan Menentukan Nasib Musim Real Madrid, Tegaskan Bellingham

Pertarungan Hidup Mati Lawan Bayern yang Akan Menentukan Nasib Musim Real Madrid, Tegaskan Bellingham

Musim lalu tanpa trofi, Real kini menghadapi kemungkinan tahun lagi tanpa gelar, dengan Liga Champions mungkin jadi peluang terbesar mereka kali ini.

Bayern memimpin 2-1 usai menang di Madrid dan cukup menghindari kekalahan untuk lolos ke empat besar.

Dalam wawancara di Munich pada Selasa, Bellingham menyebut musim Real akan berakhir secara efektif jika gagal melaju pada Rabu besok.

"Melihat apa yang telah terjadi di liga dan piala, ini hampir seperti final bagi kami esok hari," kata gelandang Inggris itu.

"Dengan kondisi saat ini, kami ingin tetap bertarung demi sesuatu, bukan sekadar menjalani laga tanpa tujuan."

Real tertinggal sembilan poin dari rival abadi Barcelona di La Liga dengan sembilan pertandingan tersisa, setelah kalah di final Piala Super Spanyol melawan tim yang sama. Real juga tersingkir dari Copa del Rey lawan Albacete di babak 16 besar.

"Setiap kekalahan di Liga Champions terasa seperti bencana, dan seperti yang kukatakan, dengan situasi kami sekarang, kami sadar besok adalah final," ungkap Bellingham.

"Rasanya segalanya bergantung pada laga ini. Kami harus memandangnya demikian. Ini pertarungan hidup mati.

"Kami ingin percaya ada peluang lain jika besok tak berjalan baik, tapi begitulah sepak bola.

"Kami telah kehilangan terlalu banyak poin di liga. Besok, kami punya kesempatan untuk lupakan semua itu. Jika sukses di Liga Champions, liga bisa dikesampingkan sementara."

Pemain berusia 22 tahun itu memuji kapten Inggris Harry Kane tapi berjanji akan berusaha maksimal hentikan penyerang Bayern itu.

"Semoga kami bisa cegah dia juara Liga Champions besok, yang pasti berdampak besar," katanya.

"Dia pemain luar biasa. Sudah mencapai tingkat di mana keterampilannya nyaris sempurna. Menyenangkan menyaksikannya sebagai rekan setim."

Bellingham tampil mengesankan setelah masuk sebagai cadangan di laga pertama saat melanjutkan pemulihan dari cedera hamstring.

"Musim ini agak mengecewakan bagiku," ucapnya.

"Tapi sekarang aku merasa prima. Yang paling sulit saat kembali adalah aspek mental. Pemindaian bisa bilang hamstring sudah oke, tapi banyak hambatan ada di pikiran."

Gelandang itu juga membantah rumor bahwa ia terlalu menikmati kehidupan di ibu kota Spanyol.

"Orang orang membuat cerita soal kehidupan pribadiku, bahwa aku sering ke klub malam, suka minum, sering keluar. Itu sama sekali tak benar," tegas Bellingham.

"Aku memang pernah bersenang senang di malam hari di Madrid, tentu saja, tapi frekuensi yang mereka sebut itu tidak pernah terjadi.

"Aku sangat profesional. Setiap hari di lapangan latihan, aku berusaha tingkatkan diri dalam banyak hal."

Pelatih Real Alvaro Arbeloa tampil percaya diri menghadapi tantangan ini, dengan mengandalkan pengalaman Eropa timnya.

"Kami adalah Real Madrid, tim yang datang ke sini dengan pikiran menang. Kami tim dengan 15 gelar Liga Champions, tim pemain hebat," katanya.

"Tak ada yang tahu akhirnya bagaimana, tapi yang pasti kami Real Madrid, dan dengan senjata kami, kami bisa coba segalanya.

"Kami hanya perlu tunjukkan siapa kami."